Pasca Banjir Bawa Rezeki, Bengkel Dadakan Bermunculan

Menanggapi hal ini, montir bengkel disalah satu bengkel yang berada di kawasan Pekapuran, Ifit mengatakan, bahwa yang dilakukan bengkel dadakan bukanlah perbaikan, namun pertolongan sementara.

Hal itu menurutnya dikarenakan, untuk perbaikan motor seperti matic yang terendam, mesinya harus dibuka untuk mengeluarkan air serta mengganti kompunen di dalamnya.

Air banjir menurutnya bersifat keras sehingga mudah membuat kompunen dalam motor berkarat, dan bisa membuat kerusakan mosalnya pada piston, CVT, busy, hingga pilter angin.

“Biasanya perbaikan untuk motor matic yang mati akibat terendam air bervariasi dan rata ratusan ribu, namun kalau hanya membersihkan dan bongkar pilter angin, itu hanya sekitar Rp10 sampai Rp15 ribu an kalau dibengkel,” karanya.

Untuk itu, ia menyarankan kepada warga yang motornya rusak akibat banjir dibawa langsung ke bengkel, karena tak ada istilah perbaikan sementara, dan bagi bengkel dadakan, diharapkan bisa membantu masyarakat dengan ikhlas ditengah bencana banjir.

“Setidaknya jangan menambah beban mereka yang terkena musibah, kalau bisa tolong dan bukan memanfaatkan keadaan untuk meraih keuntungan besar,” tandasnya.

Penulis : Ahmad Yani

Pos terkait