Suara Hati Perjuangan Sahabat Disabilitas Belum Selesai

  • Whatsapp
ilustrasi
L

Disabilitas adalah orang yang selalu terpinggirkan, pelengkap kehidupan maupun hal yang serba kurang mengenakkan yang didapatkan. Hal itulah yang selama ini kita lihat dalam keseharian. Sering sekali kita berfikir jika ada suatu kabar berita atau cerita tentang Disabilitas yang sukses besar, itu hanya dalam cerita yang telah didramatisir. Membangun sebuah persepsi yang benar dalam memahami disabilitas bukan hal yang mudah. Dalam banyak hal, disabilitas masih mendapatkan diskriminasi yang begitu mencolok dikalangan masyarakat umum. Baik dalam pelayanan yang belum aksesibel, penilaian yang salah terhadap disabilitas dalam keluarga bahwa disabilitas itu harus “dikasihani”, dan pemenuhan hak bagi mereka.

Misalkan dalam hak mendapatkan pekerjaan. Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang disabilitas yang berisi bahwa disabilitas berhak memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak sesuai dengan jenis derajat ke difabelannya, pendidikan dan kemampuan. Hal itu juga tertuang dalam kebijakan Kemenakertrans yang ditujukan bagi setiap perusahaan yang mempekerjakan dari 100 karyawan wajib mempekerjakan minimal satu orang disabilitas.

BACA JUGA:  Sudah tahukan anda ? Berzakat Melalui Rumah Zakat Dapat Menjadi Pengurang Pajak

Keputusan Menteri tenaga kerja (Kepmen) Nomor 205 Tahun 1999 tentang pelatihan dan penempatan tenaga kerja Disabilitas Sebagai disabilitas.saya sering sedih melihat para teman-teman disabilitas cerita dan curhat yang masih terdiskriminasi, terutama yang ingin menjadi pegawai negeri sipil. Sebagai salah satu contoh perlakuan diskriminatif terhadap disabilitas. Kita masih sering membaca dalam pengumuman penerimaan calon pegawai atau karyawan salah satu poin yang mensyaratkan bahwa pelamar harus sehat jasmani dan rohani serta berpenampilan menarik. Biasanya persyaratan tersebut tertulis tanpa penjelasan, sehingga maknanya pun sangat umum.

Persoalan masalah pengangguran merupakan masalah yang mendesak untuk segera diselesaikan. Jika tidak, dampak negatifnya akan semakin merambah ke berbagai dimensi kehidupan sosial politik lainnya. Situasi ini sangat tidak menguntungkan karena mengakibatkan terbekalainya program pemerataan kesempatan dan perluasan lapangan usaha bagi masyarakat khususnya disabilitas yang tidak memiliki keterampilan dan berpendidikan rendah.

BACA JUGA:  Membongkar Dalih Penghambat Kesuksesan

Berdasarkan data statistik tahun 2000,waktu itu diketahui bahwa hampir 43% dari jumlah pengangguran yang ada, adalah masyarakat yang dimarginalkan termasuk difabel.Data tersebut menunjukkan bahwa peran serta masyarakat rentan sosial khususnya Disabilitas dalam membangun tatanan ekonomi Indonesia cukup signifikan.

L

Pos terkait