Beredar Isu Beli Minyak Goreng Harga Subsidi Wajib Tunjukan Kartu Keluarga dan Sertifikat Vaksin

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Beredar isu dari media sosial yang mengatakan pembelian minyak goreng (migor) melampirkan foto Kopi Kartu Keluarga dan Kartu Vaksin.

Berdasarkan pantauan wartaniaga di lapangan terutama di wilayah kota Banjarbaru, dibeberapa retail modern tidak ada yang menjual dengan memberlakukan persyaratan tersebut.

“Tetapi kalau pembelian dibatasi perorang hanya 2 liter, itu betul mas. Karena sejak diberlakukan harga subsidi ketentuan pembelian dibatasi perorang,”ujar Fadli salah seorang karyawan di retail modern Banjarbaru, Senin (21/2).

Dia menambahkan untuk sampai saat ini belum ada kiriman migor dari kantor pusat di Banjarmasin. “Sudah satu minggu belum ada kiriman dari kantor pusat,”lanjutnya.

Sementara itu, Faisal yang juga karyawan disalah satu retail modern membenarkan bahwa selama 3 hari ini stok migor harga subsidi belum ada kiriman dari kantor pusat.

“Tiga hari yang lalu ada datang, itupun hanya satu dus isi 12 pcs yang 1 liter, dan 6 pcs yang 2 liter. Kurang lebih 1 jam habis di buru pembeli,”terangnya.

Dari beberapa retail modern yang ada di jalan A Yani Banjarbaru, ada 1 retail yang terlihat menjual migor harga bersubsidi dengan merek Alif.

“Ini baru pagi tadi datang, itupun tidak banyak hanya 3 dus isi 12 liter dan sisa sedikit, sebelumnya kurang lebih seminggu tidak ada kiriman untuk migor,”beber Husin kasir di retail modern ini kepada wartaniaga.

Salah satu pedagang sembako di Banjarbaru, Susi mengatakan untuk harga migor Rp 14.000,-/liter belum pernah dijualnya, yang ada kemaren migor curah dengan harga Rp 16.000,-/liter itupun belinya harus antri.

“Sampai saat ini kami hanya menjual harga eceran 19 ribu sampai 22 ribu rupiah tergantung mereknya, kecuali minyak kelapa memang harganya lebih mahal sampai 30 ribu rupiah perliter,”tutupnya.

Editor : Eddy Dharmawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60