Hilirisasi Industri dan Energi Terbarukan Menjadi Solusi Pertumbuhan Ekonomi di Kalsel

Seiring dengan prakiraan kegiatan usaha ke depan yang meningkat didorong pengendalian kasus Covid-19 yang semakin baik dan percepatan vaksinasi. Kondisi ini mendorong target investasi yang lebih tinggi di tahun 2022.

Target tersebut sebesar Rp 82,18 triliun atau meningkat 8,25% dibandingkan dengan tahun 2021 atau tahun sebelumnya.

Berbagai peluang investasi yang dapat dimanfaatkan antara lain “hilirisasi batubara melalui upgrading dan gasifikasi, perluasan produk turunan sawit menjadi oleokimia dan oleofood serta pengembangan industri ban untuk mendukung hilirisasi karet.

Pembangunan smelter di Kalimantan antara lain, smelter baterai mobil listrik Rotary Kiln Elektric Furnace (RKEF) di Kotabaru Kalsel oleh PT SILO, smelter timbal dan seng di Kotawaringin Barat Kalteng serta smelter alumina di Ketapang Kalbar oleh PT Borneo Alunina (BAI).

Sedang untuk sumber dari energi terbarukan adalah green industry yang merupakan salah satu sumber ekonomi baru. Potensi ini cukup banyak di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan.

Kebijakan BI menuruinkan batasan minimum uang muka (down payment) kisaran 5-10 % menjadi 0 % dalam pemberian KKB/PKB untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan atau kendaraan listrik.

BI juga berencana memperluas pembiayaan UMKM melalui ketentuan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan pembiayaan UMKM sebagai salah satu pertumbuhan baru.

Pos terkait