Sistem Antrian RSUD Ulin Dikeluhkan Pasien

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Ulin merupakan rumah sakit terbesar di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan menjadi kebanggaan warga banua untuk akses kesehatan, terutama bagi mereka yang berobat menjadi salah satu rujukan bagi rumah sakit kabupaten kota.

Akan tetapi dalam pelayanan masih terlihat kurang memuaskan bahkan terkesan kurang profesional seperti kejadian pagi ini, situasi antri karcis pendaftaran BPJS tak sebanding dengan statusnya sebagai rumah sakit terbesar di Kalsel.

Untuk mendapatkan karcis, calon pasien harus meletakkan jejak antri di lantai. Ada yang berupa kantung amplop rontgen, map, sendal, tas, botol air mineral, atau kunci motor. Dan itu harus ditunggu atau diawasi agar tak ada yang menyelip jejak antri diantaranya.

BACA JUGA:  Darmawan Jaya Setiawan Ikuti Webinar Pengembangan Desa Kreatif Bersama Menparekraf Sandiaga Uno

Sementara loket karcis katanya baru buku pukul 07.00. Calon pasien sendiri mulai antri sejak subuh.

Zulfaisal salah satu calon pasien, mengatakan cara antri semacam ini tidak menunjukkan kemodernan sebuah pelayanan rumah sakit utama dan menjadi rujukan banyak rumah sakit. Bahkan terkesan set back ke zaman orde lama saat rakyat antri beras.

Untuk berobat, orang sakit harus rela lesehan antre di lantai rumah sakitagar mendapatkan nomor antrian pendaftaran.

Dia mencoba memaklumi, mungkin manajemen rumah sakit kehabisan cara untuk mengantri manusia yang sakit dan akan berobat melalui BPJS.

“Namun, rumah sakit lain yang sama sama plat merah di provinsi lain kok bisa saja pengambilan nomor karcis pendaftaran via online dengan menggunakan handphone atau cara manusiawi lainnya. Saya yakin petinggi RSU Ulin cerdas dan canggih memikirkan mengubah cara antre ini,”ujar Zulfaisal yang juga budayawan ini, Selasa (2/11)

Pos terkait