Tim Satgas Pengendali BBM Dinilai Lamban Tangani Pelangsir

  • Whatsapp
Sekretaris wilayah DPD Organda Kalsel, Edi Sucipto,

Wartaniaga.com, Banjarmasin- DPD Organda Kalsel menilai peran Satuan Tugas (Satgas) Pengendali BBM berjalan dengan lambat.

Sehingga maraknya pelangsir BBM jenis solar, yang menyebabkan kelangkaan dan antrian mobil truck di sejumlah SPBU di Kalimantan Selatan.

Sekretaris wilayah DPD Organda Kalsel, Edi Sucipto, mengatakan kelangkaan solar ini sudah berjalan hampir dua bulan terakhir.

“Kami mulanya diajak pada saat pembentukan Satgas, namun pada kepengurusan tidak dilibatkan,” bebernya.

Ia menjelaskan Organda sebagai in user di lapangan, sehingga lebih mengetahui kondisi yang sedang terjadi.

Lanjutnya, kelangkaan BBM menyeluruh, dilihat adanya regulasi yang kurang pas, dan pengawasan yang kurang.

Masalah ekonomi, bila perekonomian agak membaik terus BBM akan langka dipastikan ada penyimpangan, disini penegak hukum yang turun,

BACA JUGA:  Meski PPKM, Terpapar Covid-19 Masih Meningkat

“Kasian juga aparat hukum kalau seperti ini terus menerus, yang terpenting adalah penambahan kuota BBM,” ucapnya.

Adapun kuota BBM Kalsel kalah dengan Kalbar, sedangkan kuota solar di Kalsel hanya 254, kilo liter padahal idealnya 350 kilo liter per hari.

“Kita harus kompak untuk sama sama memperjuangkan penambahan kuota BBM, semuanya untuk masyarakat Kalsel,” jelasnya.

Kelangkaan seperti ini masyarakat yang dirugikan dengan antri selama 3 sampai 4 hari coast bertambah, keuntungan ongkos angkut jadi berkurang.

Editor : Aditya

Pos terkait