MARKISSA, Sedekah dari Sampah: Kepedulian Warga Syamsudin Noor yang Mengubah Limbah Menjadi Harapan

Walikota Hj Lisa Halaby saat menyerahkan bantuan dari hasil MARKISSA (Foto : MCBjB)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Di tangan warga Kelurahan Syamsudin Noor, sampah tak lagi sekadar limbah yang dibuang. Melalui Program MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah), sampah bernilai ekonomis disulap menjadi berkah yang mampu meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Semangat gotong royong dan kepedulian itulah yang diperingati dalam perayaan satu tahun MARKISSA di Gedung Serba Guna RW 007, Kelurahan Syamsudin Noor, Selasa (16/6).

Program berbasis partisipasi masyarakat ini membuktikan bahwa kebiasaan sederhana memilah sampah dapat menghadirkan manfaat besar.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hasil penjualan sampah dimanfaatkan untuk membantu warga yang membutuhkan, menjadikan sampah sebagai jembatan kepedulian sosial.

Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, memberikan apresiasi atas keberhasilan warga Syamsudin Noor yang mampu menghadirkan inovasi pengelolaan sampah dengan dampak sosial yang nyata.

Menurutnya, MARKISSA merupakan contoh inspiratif bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan semangat berbagi kepada sesama.

“Kelurahan Syamsudin Noor luar biasa karena mampu menginisiasi pemilahan sampah yang bernilai ekonomis. Hasil penjualannya dikembalikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga program seperti ini dapat tumbuh dan berkembang di kelurahan-kelurahan lain di Kota Banjarbaru,” ujar Walikota Lisa.

Penggagas MARKISSA sekaligus Ketua RT 33 Kelurahan Syamsudin Noor, Yoni Setiawan, mengatakan program ini lahir dari keinginan warga untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Meski pada awalnya hanya mampu mengumpulkan sekitar 190 kilogram sampah setiap bulan, berkat konsistensi warga dan dukungan berbagai pihak, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), gerakan tersebut terus berkembang.

Selama satu tahun berjalan, MARKISSA berhasil menghimpun dana sekitar Rp8 juta dari hasil pengelolaan sampah. Dana tersebut seluruhnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan, dengan sedikitnya 50 orang telah merasakan manfaatnya.

Bagi warga Syamsudin Noor, MARKISSA bukan sekadar program pengelolaan sampah. Gerakan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal-hal kecil. Dari setiap botol plastik, kardus, dan barang bekas yang dipilah, tumbuh harapan baru bagi sesama, sekaligus menguatkan semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Banjarbaru.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait