Empat E-RTG Baru Perkuat TPK Banjarmasin, Produktivitas Bongkar Muat Meningkat dan Dukung Green Port

Suasana pelabuhan Peti Kemas milik Pelindo di Trisakti Banjarmasin (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarmasin – PT Pelindo Terminal Petikemas terus memperkuat kapasitas layanan di Terminal Petikemas Banjarmasin (TPK Banjarmasin) dengan mengoperasikan empat unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane (E-RTG). Penambahan alat bongkar muat berbasis listrik ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas terminal sekaligus mendukung transformasi pelabuhan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Investasi tersebut dilakukan seiring meningkatnya aktivitas bongkar muat di TPK Banjarmasin. Hingga akhir Semester I Tahun 2026, terminal ini berhasil melayani arus peti kemas sebanyak 236.990 box atau setara 282.265 TEUs, mencerminkan pertumbuhan positif sektor logistik di Kalimantan Selatan.

Terminal Head Terminal Petikemas Banjarmasin, Sirin Purnomo, mengatakan peningkatan arus peti kemas menjadi dasar perusahaan untuk terus memperkuat fasilitas dan peralatan operasional agar pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal.

“Kinerja operasional yang terus bertumbuh menjadi dorongan bagi kami untuk meningkatkan kapasitas layanan. Kehadiran empat unit E-RTG merupakan investasi strategis untuk menjaga produktivitas terminal, mempercepat pelayanan kapal maupun peti kemas, serta memastikan layanan kepada pelanggan tetap andal,” ujarnya, Selasa (28/7).

Sebelum dioperasikan, keempat unit E-RTG menjalani serangkaian pengujian ketat sesuai standar teknis. Mulai dari pemeriksaan visual, pengukuran dimensi, Non-Destructive Testing (NDT) dengan metode Magnetic Particle Testing, Function and Performance Test, Load Test, Commissioning Test, hingga Endurance Test selama 24 jam.

Seluruh tahapan tersebut bertujuan memastikan aspek keselamatan, fungsi, serta keandalan alat sebelum digunakan dalam operasional terminal. Setelah dinyatakan memenuhi seluruh spesifikasi teknis, empat unit E-RTG resmi diserahterimakan untuk operasional pada 17 Juli 2026.

Dengan tambahan tersebut, jumlah Rubber Tyred Gantry Crane (RTG) di Terminal Petikemas Banjarmasin meningkat dari 12 unit menjadi 16 unit, atau bertambah sekitar 33 persen. Penambahan ini diyakini mampu mempercepat proses receiving, delivery, loading, dan unloading peti kemas, sekaligus mengurangi waktu tunggu (waiting time) peralatan.

Selain meningkatkan produktivitas, keberadaan unit tambahan juga memperkuat keandalan operasional terminal. Saat sebagian alat menjalani preventive maintenance, masih tersedia unit cadangan sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan tanpa gangguan.

Tak hanya meningkatkan kapasitas, penggunaan E-RTG berbasis listrik juga menjadi bagian dari implementasi konsep Green Port yang dikembangkan PT Pelindo Terminal Petikemas. Dibandingkan RTG berbahan bakar diesel, E-RTG lebih hemat energi, mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, serta berkontribusi dalam menekan emisi karbon untuk mewujudkan operasional pelabuhan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai konsultan pengawas pengadaan empat unit E-RTG, PT Perfecta Sarana Engineering memastikan seluruh proses pengujian berjalan sesuai standar.

Consultant Inspector PT Perfecta Sarana Engineering, Oliver Frids, mengatakan seluruh hasil inspeksi menunjukkan bahwa E-RTG telah memenuhi parameter teknis yang dipersyaratkan.

“Berdasarkan hasil inspeksi dan rangkaian pengujian, mulai dari Commissioning Test, Load Test hingga Endurance Test, seluruh unit E-RTG menunjukkan performa yang stabil. Sistem mekanikal, elektrikal, kontrol, hingga fitur keselamatan berfungsi dengan baik sehingga alat siap mendukung operasional terminal secara andal dan berkesinambungan,” jelasnya.

Sementara itu, Sirin Purnomo menegaskan bahwa pengoperasian empat unit E-RTG merupakan tonggak penting dalam transformasi Terminal Petikemas Banjarmasin.

“Handover empat unit E-RTG bukan sekadar penambahan alat, tetapi wujud komitmen perusahaan menghadirkan infrastruktur yang lebih modern untuk menjawab kebutuhan pengguna jasa. Dengan kapasitas yang semakin besar, produktivitas bongkar muat meningkat, pelayanan kapal dan peti kemas menjadi lebih cepat, serta keandalan operasional semakin terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, transformasi tersebut sejalan dengan komitmen Pelindo dalam mewujudkan terminal yang Clean, Green, Safe, and Smart, guna mendukung kelancaran arus logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia.

Melalui modernisasi peralatan, penguatan infrastruktur, dan pemanfaatan teknologi berbasis listrik, PT Pelindo Terminal Petikemas optimistis mampu menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin andal, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan perdagangan serta perekonomian di Kalimantan Selatan dan Indonesia.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait