Wartaniaga.com, Banjarbaru – Memaknai dua tahun perjalanan transformasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor menggelar rangkaian kegiatan reflektif sekaligus aksi pelayanan bagi pengguna jasa, Rabu (9/9).
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebelum seluruh pegawai menjalankan aktivitas dan operasional bandara. Momentum tersebut menjadi refleksi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus doa untuk kebaikan perusahaan, Kalimantan Selatan, dan Indonesia, terutama di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi.
Semangat bertumbuh kemudian diwujudkan melalui penanaman Pohon Kayu Ulin yang dilakukan bersama seluruh pegawai. Pemilihan pohon tersebut memiliki makna historis bagi Bandara Internasional Syamsudin Noor, yang dahulu dikenal sebagai Lapangan Terbang Ulin dengan landasan berbahan kayu ulin.
Selain menjadi pengingat sejarah, penanaman pohon juga menjadi bentuk nyata komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan upaya menjaga kelestarian alam.
“Hari ini merupakan hari yang spesial untuk kami melakukan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui selama dua tahun ke belakang. Pada momentum ini kami bersama-sama berdoa untuk kebaikan perusahaan, Kalimantan Selatan, dan Indonesia agar segera pulih dari kondisi alam yang tengah terjadi,” ujar General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana.
Menurutnya, penanaman Pohon Kayu Ulin juga menjadi simbol untuk terus stay grounded, bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Tak berhenti pada kegiatan reflektif, manajemen InJourney Airports juga menghadirkan service recovery action sebagai wujud empati kepada pengguna jasa yang terdampak kondisi penerbangan akibat kabut asap karhutla.
Melalui aksi tersebut, pengguna jasa mendapatkan kudapan dan masker sebagai bentuk perhatian terhadap kenyamanan, keamanan, serta kesehatan selama berada di bandara.
Dukungan juga diberikan kepada Posko Satgas Karhutla yang berada di sekitar kawasan bandar udara. Bantuan yang disalurkan berupa logistik, masker, dan suplai air untuk mendukung para petugas yang berada di lapangan.
“Empati kami atas kondisi penerbangan yang terdampak kepada para pengguna jasa kami wujudkan dengan melakukan act of service melalui pemberian kudapan dan masker demi keamanan dan kesehatan,” kata Millyas.
Ia berharap aksi tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi pengguna jasa sekaligus menunjukkan komitmen Bandara Internasional Syamsudin Noor dalam menghadirkan pelayanan sepenuh hati.
“Kami berharap melalui hal tersebut upaya pelayanan sepenuh hati dapat dirasakan oleh pengguna jasa dan menciptakan pengalaman berkesan untuk konsumen (customer experience). Selamat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, kami siap memberikan pelayanan dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Editor : Eddy Dharmawan



















