Wartaniaga.com, Banjarbaru – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat. Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan berbagai langkah penanganan di wilayah rawan terus dilakukan, sekaligus mendorong pemantauan kualitas udara untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Walikota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Wilayah Kalimantan Selatan di kediaman Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Selasa (25/8).
Rapat dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq. Lisa hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni dan Kepala BPBD Kota Banjarbaru Zaini.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Banjarbaru memaparkan langkah pemantauan dan penanganan titik api di sejumlah kawasan rawan, di antaranya Guntung Damar, Pengayuan, hingga Cempaka.
Lisa menegaskan, penanganan karhutla di Banjarbaru dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Brimob, BPBD hingga para relawan.
Khusus di Kecamatan Liang Anggang, sebanyak 379 relawan bersama 10 unit armada truk disiapkan untuk memperkuat upaya pemadaman dan penanganan di lapangan.
Selain personel dan armada, ketersediaan air juga menjadi perhatian serius. Pasalnya, debit air di Riam Kanan dilaporkan mengalami penyusutan sehingga dapat memengaruhi upaya pemadaman di sejumlah lokasi.
Sejumlah kawasan yang dinilai rawan, termasuk hutan lindung, Pengayuan dan Guntung Damar, pun terus menjadi fokus pemantauan.
Tak hanya penanganan api, Lisa juga menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Ia mengusulkan agar pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Menurutnya, kondisi tersebut telah berdampak terhadap sekitar 23 ribu warga. Karena itu, langkah tanggap darurat harus berjalan beriringan dengan pemantauan kesehatan dan kualitas udara.
“Upaya ini dilakukan untuk melindungi keselamatan warga, menekan angka penderita ISPA, sekaligus menjaga kualitas lingkungan udara Kota Banjarbaru,” tutup Lisa.
Demikian inti penekanan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam penyampaian rapat tersebut.
Editor : Eddy Dharmawan



















