Di Tengah Kemarau dan Karhutla, Korem 101/Ant Gelar Salat Istisqa, Memohon Hujan Turun di Kalsel

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Di tengah ancaman kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, ratusan prajurit, PNS, serta Persit KCK Koorcabrem 101 menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Miftahul Janah Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Jumat (28/8).

Salat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar batin sekaligus bentuk munajat kepada Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Kalimantan Selatan. Hujan diharapkan tidak hanya membawa kesejukan, tetapi juga membantu mengatasi kekeringan dan meredakan karhutla yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., KH Ahmad Siwiti, S.Ag., M.H.I., Ustadz Ilham Humaidi, para PJU Korem 101/Ant, para Dandim dan Danyonif, para Dan/Ka Balak Aju Kodam XXII/TB wilayah Banjarmasin, Ketua Persit KCK Koorcabrem 101 PD XXII/TB, serta jajaran prajurit, PNS dan Persit KCK Koorcabrem 101.

Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi kemarau panjang yang turut memperparah ancaman karhutla.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar batin dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” harapnya.

Ia mengungkapkan, karhutla terbesar saat ini terjadi di tiga wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru. Sejumlah titik api juga masih ditemukan di wilayah Banjarbaru, termasuk kawasan Guntung Damar, Pengayuan hingga kawasan hutan lindung.

Menurutnya, penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat hingga relawan. Seluruh unsur tersebut terus berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.

“Kemarau panjang yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah. Dampak yang paling kita rasakan adalah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, termasuk dampaknya terhadap kesehatan seperti ISPA serta aktivitas perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Berbagai langkah penanganan pun terus dilakukan Korem 101/Ant, baik dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla. Upaya tersebut meliputi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu, pemantauan wilayah, hingga pemadaman melalui jalur darat.

Selain itu, penanganan juga diperkuat melalui dukungan operasi udara berupa water bombing dan upaya modifikasi cuaca. Korem 101/Ant juga berencana membangun sumur bor di sejumlah titik vital sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi kekeringan.

Brigjen TNI Ilham Yunus berharap, ikhtiar lahir dan batin yang dilakukan bersama dapat segera membuahkan hasil. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

“Mudah-mudahan munajat kita dengan beristighfar memohon ampun dan Salat Istisqa ini dikabulkan Allah SWT, sehingga turun hujan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait