” Bentuk dulu BUMDes ( Badan Usaha Milik Desa) sebagai lembaga usahanya baru bangun unit-unit usaha agar dana itu tidak habis untuk infrastruktur desa saja,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman pria yang sudah menjadi mentor ratusan desa ini, potensi desa yang umumnya dapat dikembangkan antara lain, bidang pertanian, perikanan, wisata, perkebunan, bahkan bidang migas melalui Pertades ( Pertamina Desa ).
” Apalagi di Kalimantan ini banyak pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, saya yakin jika BUMDes dikelola dengan baik maka kesejahteraan masyarakat desa juga ikut meningkat,” ujar pendiri BUMDes Ponggo yang di tahun 2019 lalu mampu membukakan omset Rp 16,4 miliar.
Baginya, salah satu kunci keberhasilan ekonomi desa adalah pemudanya. Jika pemudanya mau membangun desa dan mau berkarya di desa itu adalah modal utama.
” Alhamdulillah desa kami mampu menguliahkan anak-anak desa menggunakan hasil BUMDes. Karena, pemuda inilah yang nanti menjadi penerus di desa kami, jadi mereka harus pulang ke desa untuk membangun desa,” ucap Yanni.
Ia juga mengungkapkan banyak potensi desa yang bisa di eksport ke luar negeri dan pasar eksport masih terbuka luas bagi produk-produk pertanian Indonesia.
“ Sekali lagi, ekonomi desa akan mampu mensejahterakan masyarakatnya jika mau dikelola dengan baik. Terlebih lagi didukung teknologi internet yang dapat menawarkan dan mejual hasil desa ke seluruh negeri,” tandasnya seraya menambahkan itu dapat dilakukan oleh para pemuda desa yang saat ini lebih menguasai teknologi.
Editor : Didin Ariyadi



















