Dhuafa tak Boleh Bersuara

Dhuafa tak memiliki pengaruh yang dapat ditukar dengan kepentingan perusahaan. Tetapi sejatinya di sinilah kekuatan tersembunyi yang belum mampu dilirik perusahaan-perusahaan besar dan pemerintah.

Padahal pemerintah dan investor yang ada di daerahnya dapat saja mencontoh apa yang ada di daerah lain untuk memberdayakan para yatim dan dhuafa. Tak usah jauh, kita sebenarnya dapat belajar ke Tanah Bumbu, bagaimana Istana Anak Yatim dengan hunian seribuan orang di sana dapat diberdayakan. Banyak dari jebolan istana ayak yatim itu yang menjadi orang, menjadi manfaat buat daerah itu sendiri.

Jika pemerintah dan perusahaan mampu menerawang ini, maka memberdayakan yatim sekaligus dhuafa ini menjadi sebuah potensi kekuatan keberadaan pihak perusahaan dan kekuasaan dalam pemerintahan. Tetapi jika tidak, maka para pihak yang di tangannya terdapat kekuasaan dalam mengambil kebijakan namun tidak melakukan apa-apa, maka cukuplah QS Almaa’un menjadi sebuah renungan bersama. Betapa ada golongan yang dicap sebagai penipu agama.

 

Ditulis Oleh :Erlina Effendi Ilas – Ketua KS2 Kabupaten Tabalong, Kalsel

Pos terkait