Bisnis Yang Jauh dari Rumah atau Dekat Rumah ?

  • Whatsapp

ANDA semua saat masih bersekolah dulu pasti pernah merasakan bagaimana dag dig dugnya jantung ketika ingin melihat kursi ujian untuk tes besok. Pasti harap harap cemas bukan?

Sebagian dari kita tentunya saat jelang ujian sangat berharap dapat duduk ditempat yang dekat dengan teman yang bisa diandalkan dan jauh dari pengawas. Hal tersebut tentunya penting, karena akan sangat menentukan hasil nilai ujian yang bisa kita raih, hehe.

Muat Lebih

Analogi sederhana ini tentunya juga berlaku pada bisnis kawan. Jika tak pandai memilih tata letak usaha dalam bisnis, sehebat apapun produk atau jasa yang dimiliki, atau sebombastis apapun promosi yang kita lakukan, takkan bisa membawa produk atau jasa yang kita punya bisa laku dibeli oleh konsumen.

Bahkan ilmuan Managemen Pemasaran asal Amerika Serikat Khotler (2005:17) dalam teori bauran pemasarannya menyatakan bahwa salah satu item bauran pemasaran yang harus diperhatikan oleh pebisnis untuk bisa memperoleh pasar, pangsa pasar yang lebih besar, posisi bersaing yang kuat dan citra positif pada pelanggan adalah dengan memperhatikan tempat, selain item lainnya seperi produk, harga dan promosi.

BACA JUGA:  Ilham Bintang: Pesan Kepada Kawan

Bukan hanya ilmuan saja, malah dikepercayaan etnis tertentu seperti China, dalam membuat atau menentukan tempat berjualan, juga harus memakai cara teknik Feng Shui. Hal ini karena mereka percaya bisnis yang sesuai dengan teknik Feng Shui, dapat membembuat rezeki mereka dapat selalu lancar.

Melalui teori dan kepercayaan tersebut tentunya, sudah cukup membuktikan bahwa kita tidak bisa mengesampingkan masalah tempat untuk kesuksesan dalam bisnis. Idealnya memang dalam beberapa buku yang saya baca, pertama tempat kita berusaha itu haruslah dekat dengan pusat keramaian, kedua mudah dicari lokasinya dan ketiga punya fasilitas pendukung yang baik, seperti akses jalan yang lebar dan tempat parkir yang cukup. Namun apakah hanya seperti itu saja?

Dari berbagai pengalaman bisnis yang rasakan sendiri selama belasan tahun ini, ternyata memilih tempat usaha bukan hanya harus mempertimbangkan tiga hal tadi, tapi juga kita harus mempertimbangkan apakah kita adalah tipikal pebisnis yang cocok berjualan jauh dari rumah atau dekat dari rumah?

BACA JUGA:  Problematika Kebijakan Dana Desa

Ini menurutnya saya penting, karena dari pengamatan saya banyak teman-teman yang gagal berbisnis karena ia hanya mempertimbangkan tiga hal tadi, tanpa mau melihat dengan seksama apakah ia tipikal orang yang cocok untuk berjualan dekat dari rumah, ataukah jauh dari rumah?

Nah, untuk menentukan kita cocoknya berbisnis dimana sendiri, tentunya bisa dimulai dengan kita harus berkaca pada pengalaman bisnis terdahulu jika Anda memang pernah merintis sebuah bisnis. Jika dalam bisnis yang dirintis jauh dari rumah beberapa kali mengalami kegagalan, artinya perlu di coba cara lain dengan mencari bisnis yang dekat rumah saja. Begitu pula sebaliknya, jika bisnis dekat dari rumah beberapa kali mengalami kegagalan, perlu di coba bisnis yang jauh dari rumah sekalian.

Lalu cara kedua adalah untuk menentukannya adalah bisa melihat karakteristik diri sendiri. Jika Anda adalah tipikal yang pemalas dan memiliki tingkat kedisiplinan kurang, akan lebih baik memilih bisnis yang dekat dari rumah saja. Itu supaya Anda bisa lebih mudah dalam melakukan aktivitas bisnis tanpa harus dibebani jarak yang jauh.

BACA JUGA:  Problematika Kebijakan Dana Desa

Kemudian jika Anda tipikal orang yang kurang pandai memilah mana yang merupakan keuangan pribadi dan mana yang merupakan keuangan bisnis, akan lebih baik memilih tempat bisnis yang jauh dari rumah saja sekalian. Karena biasanya mereka tak pandai memilah ini jika bisnis yang dirintis dekat dengan rumah, akan sangat sulit bagi mereka mengontrol keuangan dan malah mencampur adukkannya dengan keuangan prabadi. Ini tentunya bisa membuat bisnis yang dirintis keuangannya menjadi tidak ideal lagi dan dapat berpotensi membuat kebangkrutan kemudian.

Saya mengakui memang betul jika tulisan ini tidak memiliki dasar yang akurat, bahkan kesannya ini saja sebagai kepercayaan pribadi sang penulis. Tapi dalam bisnis semuanya tak ada salahnya untuk dicoba demi kemajuan bisnis yang dirintis?

Toh lagi pula dalam bisnis itu semuanya adalah serba ketidakpastian, karena ketidakpastian itulah tentunya kita juga harus menerima bahkan melakukan cara-cara yang diluar pakem orang normal pada umumnya. Setuju?

Penulis : Deddy Subiantoro

Praktisi Bisnis & Owner Tropis Group

Kunjungi juga : http://setengahkosong.com

 

Pos terkait