Cerita Amat, Beli Mobil dari Hasil Rongsokan

  • Whatsapp
Cerita Amat, Beli Mobil dari Hasil Rongsokan
L

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Perkembangan teknologi pada bidang transportasi kian berkembang pesat, tak sedikit masyarakat dimanjakan atas kemajuan peradaban tersebut, tentunya hal ini membuat pola hidup masyarakat menjadi malas untuk bergerak. Bahkan berdampak pada paradigma warga yang menganggap alat olahraga bernilai menjadi benda yang mewah atau mahal termasuk sepeda.

Kegiatan bersepeda sekarang kerap diminati oleh berbagai kalangan, baik dikalangan muda maupun tua. ada yang bersepeda sekedar mencari keringat ketika weekend, atau memang hobi bersepeda. Melihat fenomena atau moment ini, Rahmad Efendi menjadikannya peluang usaha yakni menjual sepeda bekas (second).

Muat Lebih

Menurut Rahmad, Harga jualnya memang tidak semahal ditoko sepeda baru. Namun kualitas sepeda yang dijual pria yang akrab disapa amat ini tidak kalah dengan sepeda baru yang ada di toko. Ia bisa menyulap sepeda yang sudah menjadi rongsokan menjadi siap pakai dan memiliki harga jual yang tinggi lagi.

BACA JUGA:  Hadapi Idul Fitri 1442 H, Bank Indonesia Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp 2,1 T

Cerita Amat, Beli Mobil dari Hasil Rongsokan

Usaha yang dilakoninya ini berawal dari ketertarikannya dengan sepeda pada awal tahun 90an. Ia melihat peluang bisnis penyewaan sepeda di daerah Banua Anyar, Banjarmasin Timur, tempat dimana ia dulu dilahirkan dan dibesarkan.

Diceritakannya, awalnya hanya 1 buah sepeda yang disewakan dengan harga 500 rupiah untuk satu jam pemakaian. Sewa sepeda miliknya sangat diminati oleh warga sekitar, bahkan ia mengaku kewalahan dengan banyaknya warga yang berminat ingin memakai jasanya ini. Karena melihat peluang itu, ia terpaksa menambah unit sepedanya dengan modal pas-pasan.

“Yang namanya benda dipakai secara terus menerus, pasti akan ada yang rusak. Kejadian ini membuat saya harus memutar otak kembali supaya sepeda yang sudah ada bisa dipakai lagi untuk mencari nafkah untuk keluarga. dan akhirnya saya memperbaikinya dengan peralatan seadanya,” beber Amat kepada wartaniaga.com, Kamis (24/10).

BACA JUGA:  Rak Bunga Berbahan Besi Jadi Peluang Saat Pandemi

Lama-kelamaan pria berusia 57 tahun itu mampu membuka bentuk usaha lain, yaitu bengkel sepeda dengan nama “Bengkel Sepeda Amat” sembari menjalankan sewa sepedanya. Selang 4 tahun berjalan sewa sepeda kian sepi peminat, akhirnya amat memutuskan untuk banting setir menjual sepedanya. Dari sinilah awal mula bisnis jual beli sepeda bekasnya dimulai.

“26 tahun lebih isudah menjalani bisnis ini. Tidak hanya jual beli sepeda bekas, saya juga menerima tukar tambah sepeda bekas. Dari bisnis ini saya menghidupi istri dan 3 orang anaknya, dan saya mampu membeli tanah untuk membangun rumah tingkat dua serta sebuah mobil minibus,” ujarnya.

“Alhamdulillah kita memulai usaha ini dari nol, sampai sebesar sekarang ini tanpa hutang. Prinsip kita hanya satu, jangan sampai uang yang ada hanya didiamkan, harus diputar,” Amat melanjutkan.

BACA JUGA:  Ini 2 Produk Asuransi yang Siap Menemani Mudik Anda

Warga jalan Veteran ini dapat mengantongi keuntungan juataan rupiah dari bengkel yang beralamat di jalan veteran Km 4,5, No. 44, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin. “Semua ini berkat keuletan dan sabar,” singkatnya.

Reporter : Zakir
Editor : Mukta
Foto : Zakir

L

Pos terkait