Lakukan Survei, BI Sebut IPR Banjarmasin di Atas 100

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin-Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) menyebut Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2021 tercatat sebesar 100,6, lebih tinggi dari IPR bulan Maret sampai dengan November 2020. Data ini mengacu pada hasil survei yang dilakukan BI terhadap para penjual eceran di kota Banjarmasin pada Januari 2021.Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Amanlison Sembiring, bila indeks penjualan riil periode survei lebih tinggi dari 100, maka hal tersebut menunjukkan bahwa penjualan pada periode tersebut lebih tinggi dibanding tahun dasar.

“  Kinerja penjualan eceran pada Januari 2021 secara bulanan tercatat menurun dibandingkan Desember 2021, sejalan dengan pola musiman paska libur akhir tahun dan banjir di tengah curah hujan yang tinggi. Hal ini tercermin dari IPR Januari 2021 yang terkontraksi 3,2% (mtm), menurun dari pertumbuhan 12,75% (mtm) pada Desember 2020,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima media ini, Rabu (31/3).

BACA JUGA:  Allianz Sebut Kesadaran Warga Soal Asuransi Masih Rendah

Dikatakannya, Ekspektasi penjualan pada tiga bulan mendatang (April 2021) meningkat, di tengah keyakinan keberhasilan program vaksinasi yang akan mampu mendorong peningkatan permintaan domestik. Optimisme pelaku usaha terhadap penjualan eceran tersebut terindikasi pada indeks ekspektasi penjualan sebesar 159,2, meningkat dari 152,6 pada bulan Desember 2020.

Namun demikian, dampak banjir bulan Januari dan perpanjangan penerapan PPKM berskala mikro sejak 9 Februari 2021, diprakirakan memengaruhi kinerja penjualan eceran pada Februari 2021. Hal tersebut tercermin dari prakiraan IPR Februari 2021 yang tercatat melambat dibanding Januari 2021, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta sub-kelompok sandang. Sementara itu, kelompok suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi serta peralatan informasi dan komunikasi diprakirakan mengalami peningkatan.

BACA JUGA:  Dua Pekan Pasca Banjir, Aktivitas Pasar Agro Barabai Normal Kembali

Meski demikian, sambung Amanlinson, juga terjadi penurunan  pada seluruh kelompok komoditas, seperti bahan bakar kendaraan bermotor, barang budaya dan rekreasi, serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Sejalan dengan kondisi bulanan, secara tahunan, penjualan ritel di Kota Banjarmasin pada Januari 2021 terkontraksi 14,35% (yoy) didorong oleh perlambatan seluruh kelompok komoditas, kecuali peralatan informasi dan komunikasi yang tumbuh tinggi di 19,3% (yoy) dari 3,7% (yoy) pada Desember 2020.

Selain itu, dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (April 2021) diprakirakan meningkat, sementara pada 6 bulan mendatang (Juli 2021) cenderung menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 178,9, meningkat dibanding 147,4 pada bulan sebelumnya, dipengaruhi oleh ekspektasi ketersediaan barang/jasa yang berkurang dan kemungkinan gangguan distribusi akibat banjir dan curah hujan tinggi.

BACA JUGA:  Ketua PKK Kalsel Edukasi Pengguna Transaksi Online

Sementara itu, sejalan dengan normalisasi kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat jelang Ramadhan dan Idul Fitri, pihaknya optimis ekonomi Kalsel akan lebih baik.

 

 

Sumber : Bank Indonesia Kalsel

Editor : Edy Dharmawan

L

Pos terkait