“Salah satu kesulitan untuk budidaya ikan Gabus karena ikan ini setia dengan satu pasangan, sehingga untuk pemijahannyapun dibuatkan kolam yang disesuaikan dengan habitat aslinya,” terang Aryo.
Padahal, kata Aryo kebutuhan ikan gabus di Kalsel sangat tinggi dan sering kali menjadi penyumbang inflasi. Oleh karena itu, pihaknya telah bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Banjar untuk mengembangkan biakan ikan ini.
“Sudah ada sekitar 10 HA di daerah gambut, Kabupaten Banjar petani ikan yang sudah mencoba membudidayakan ikan ini. Dengan membuat kolam-kolam sesuai dengan habitat aslinya,” terangnya.
Dirinya berharap hasilnya nanti bisa memenuhi permintaan ikan pasar baik lokal maupun dikirim untuk keperluan ekstrak ikan gabus dalam dunia pengobatan. “ Kita berharap ini dapat memenuhi kebutuhan lokal dan syukur-syukur dapat menjadi pemasok untuk industri farmasi nasional,” harap Aryo.
Reporter : Edhy Dharmawan
Editor : Didin Ariyadi



















