Selain itu, Saibani juga mengakui pandemi covid-19 cukup berimbas pada perekonomian masyarakat, yang akhirnya ikut mempengaruhi terhadap konsumsi gas tabung melon ini.
“Dampak Covid-19, ekonomi makin sulit, akhirnya banyak warga yang beralih menggunakan gas melon. Konsumsi gas 3 kilogram naik 25-30%,” sebutnya.
Mengenai permainan harga yang kerap ditemui dalam penyalurannya, ia menegaskan hal tersebut memang dari dulu sering terjadi. Dan, itu semua di luar kendali Hiswana Migas. Bahkan, untuk meredam langkanya elpji subsidi di masyarakat, pihaknya mengaku rutin menggelar operasi pasar.
“Dalam 3 bulan terakhir ini, hampir setiap minggu kami bersama Pertamina menggelar operasi pasar,” katanya.
Reporter : Ahmad Syarif
Editor : Nirma Hafizah




















