Masih Langka, Ketua Hiswana Migas : Masyarakat Mampu Jangan Ikut Menggunakan Gas Elpiji 3 Kg

  • Whatsapp
Operasi psar elpiji 3 kg di Banjarmasin

“Mungkin harus lebih sering dilakukan operasi pasar agar harganya bisa kembali normal. Selain itu, pemerintah melalui instansi terkait tetap konsisten dan tegas menindak oknum-oknum yang bermain dengan harga dan stok gas melon ini. Kasian saja, masyarakat tak mampu yang terpaksa harus membeli dengan harga tinggi,” kata Arif lagi.

Sementara, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan (Kalsel), H Saibani mengungkapkan ketersediaan elpiji 3 kilogram bersubsidi serta elpiji non subsidi lainnya yang ada di Kalsel stoknya sangat mencukupi, dan diperkirakan aman hingga tahun baru 2021.

“Suplai lancar, kuotanya ada, bahkan surplus untuk Kalsel. Untuk Banjarmasin sangat cukup sekali. Elpiji  subsidi dan non subsidi tidak mengalami kelangkaan karena pasokan terbilang lancar. Stok tetap aman hingga awal tahun 2021,” jelasnya.

BACA JUGA:  Stok Sembako Aman Hingga Akhir Tahun

Di Kota Banjarmasin sendiri, rata-rata konsumsi harian elpiji3 kilogram, yaitu 19.871 tabung perhari, yang disalurkan melalui 542 pangkalan yang telah tersebar di masing-masing kelurahan.

Diketahui, kebutuhan masyarakat Kalsel sebanyak 350 metrik ton perhari untuk konsumsi elpiji  subsidi 3 kilogram, sedangkan non subsidi berkisar 80 ton perhari meliputi elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg.

Saibani juga mendorong agar masyarakat yang mampu harus menggunakan elpiji non subsidi 5,5 kg dan 12 kg.

Sebab, lanjut Saibani, elpiji subsidi 3 kilogram persediaannya terbatas, tak seperti kuota elpiji non subsidi yang stoknya tak terbatas.

“Tidak semua masyarakat berhak menikmati elpiji subsidi 3 kilogram. Karena peruntukannya hanya bagi warga kategori tak mampu, yang maksimal pendapatannya Rp 1.500.000 per bulan. Di tabung itu kan jelas tertulis, hanya untuk masyarakat miskin. Jadi, jangan lupa, masyarakat yang mampu, jangan ikut-ikutan mengkonsumsi gas tabung melon. Beli saja LPG non subsidi yang 5,5 Kg dan 12 Kg,” tegas Saibani.

BACA JUGA:  Sukamta Bersyukur, Akhirnya Pelabuhan Swarangan Mulai Beroperasi

Diakuinya, salah satu hal yang menyebabkan kelangkaan elpiji 3 kilogram di tengah masyarakat, karena dipicu adanya penyimpangan konsumsi gas oleh mereka yang tidak berhak atau konsumen non subsidi.

L

Pos terkait