Tuduhan Kasus Terhadap Drs. Ansharuddin, M.Si. Menurut Pakar Hukum Pidana Wajib Mengedapankan Asas Praduga Tak Bersalah

  • Whatsapp

Perkembangan terakhir atas gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Paringin dengan para TERGUGAT yakni  Dwi Putra Husnie, Dipl.Ing, Mukhlisin, dan Rusian, sebagai berikut:

Perkaranya telah diputus dengan Putusan Nomor 7/Pdt.G/2019/PN.Prn berbunyi :

Menyatakan gugatan Pengguugat tidak dapat diterima.

Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara …dst.

Selanjutnya Drs. H. ANSHARUDDIN, MSI selaku PENGGUGAT melakukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi Banjarmasin dengan terbanding para tergugat dan telah mendapat Putusan  PT. Bjm Nomor 4/PDT/2020/PT.BJM tanggal 28 Februari 2020 dengan isi Putusan :

Menerima permohonan banding dari pembanding semula Penggugat tersebut.

Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Paringin tanggal 5 Desember 2019 Nomor 7/Pdt.G/2019/PN.Prn yang dimohonkan banding.

MENGADILI SENDIRI

BACA JUGA:  Manusia-Manusia Telanjang

Mengabulkan gugatan Pembanding semula Penggugat sebagian

Menyatakan Terbanding I semula Tergugat I, Terbanding II semula tergugat II dan Terbanding III semula tergugat III melakukan perbuatan melawan hukum.

Menghukum Terbanding I semula Tergugat I, Terbanding II semula tergugat II dan Terbanding III semula tergugat III untuk membayar biaya kerugian secara tanggung renteng yang dialami oleh pembanding semula penggugat sebesar Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah).

Menghukum Terbanding I semula Tergugat I, Terbanding II semula tergugat II dan Terbanding III semula tergugat III untuk membayar biaya perkara…dst.

Berdasarkan penjelasan pada poin 3, 4, dan 5 bahwa dapat diduga DPH melakukan rekayasa fakta atas laporannya terhadap  Drs. Ansharuddin, M.Si.

BACA JUGA:  Ilham Bintang: Pesan Kepada Kawan

Drs. Ansharuddin, M.Si. juga dilaporkan dengan dugaan melakukan tindak pidana penggelapan di Subdit II Ditreskrimum Polda Kalsel.

Mengingat  kewajiban  menerapkan  Asas Praduga Tak Bersalah, agar terciptanya keadilan dan perlindungan terhadap harkat dan martabat manusia, ketertiban serta kepastian hukum maka selayaknya tuduhan kasus-kasus terhadap Drs. Ansharuddin, M.Si. wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Demikian press release ini disampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan pencerahan bagi semua pihak.

 

Penulis : Dr. H. Ahmad Syaufi, S.H., M.H.

Pakar Hukum Pidana Universitas Lambung Mangkurat

Pos terkait