“Setiap orang punya hak untuk mengkritik, namun Bang Akram Sadli ini sepertinya perlu piknik menjelang Pilkada 2020. PJU-TS ini memang program pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat, implementasinya Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Komisi VII. Saat pengajuan pun saya juga telah koordinasi dengan Pemkab Tanah Bumbu mengenai lokasi dan perlu digaris bawahi, bahwa tanpa inisiasi dan usulan Pak Cuncung sebagai anggota Komisi VII DPR RI, 200 titik PJU-TS di Tanah Bumbu tidak akan masuk dalam proyek pemasangan. Terkait usulan ini semua sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2018,” bebernya.
“Untuk PJU-TS di Tanah Bumbu usulan Pak Cuncung lebih banyak ketimbang anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kalsel II yang lain. Anggota Komisi VII dari Tanah Bumbu ini kan ada 3 orang, yang mengusulkan untuk daerahnya hanya Pak Cuncung dan dr. Sulaiman Umar sebanyak 70 titik, minus dr. Zairullah Azhar yang tidak mengajukan,” tambahnya.
Sebelumnya beredar pernyataan yang dilontarkan Ketua Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tanah Bumbu, M Akram Sadli.
Dia meluruskan terkait pernyataan anggota Komisi VII DPR RI, Syafruddin H Maming yang menyatakan Program 200 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya (TS) adalah hasil perjuangan dari politisi PDIP itu.
Menurut Arkam, PJU-TS merupakan Program Prioritas Nasional dari Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu pemasangan lampu PJU-TS lebih dari 45.000 titik baru di 34 provinsi di seluruh Indonesia.
“Termasuk di beberapa kabupaten-kota di Kalsel. Seperti 200 titik PJU-TS di Kabupaten Tanah Bumbu, serta Banjarmasin dan Tanah Laut ada 50 titik yang dikerjakan pada 2020 ini,” jelas Akram di Batulicin, Kamis (17/9).
Editor : Aditya



















