Ia menyampaikan, makam ini adalah salah satu peninggalan yang menjadi salah satu identitas Banjarmasin sebagai Kota Pusaka Indonesia.
“494 usia Kota Banjarmasin, jadi sangat banyak peninggalan peninggalan sejarah kota ini, termasuk sejarah kesultanan Banjar, yang harus kita gali, kita pelihara, kita rawat, kita jaga, dan harus kita dokumentasikan dengan baik,” ucapnya.

Sebelumnya, Makam Raja Banjar ini Ditutup kurang lebih tiga bulan sejak Maret 2020 lalu, Jika sebelumnya penutupan situs cagar budaya itu untuk mencegah penularan virus Corona antar pengunjung, kali ini justru dualisme kepengurusan yang jadi alasan karena saling klaim atas siapa yang berhak memelihara dan mengelola makam berbuntut panjang yang akhirnya membuat peziarah yang datang, terpaksa hanya dapat berdoa dari luar pagar makam. Setelah dilakukan berbagai uapaya mediasi akhirnya makam sepakat di buka kembali.
Namun, walikota juga mengucapkan duka, karena salah satu ikon Banjarmasi saat ini dalam kemajuan pembangunan RS Sultan Suriansyah harus berduka mengingat Dirutnya telah berpulang ke rahmatullah.
Penulis : Ahmad Yani



















