Wartaniaga.com, Banjarbaru – Sebanyak 234 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru resmi memulai perjalanan baru dalam dunia pendidikan.
Semangat dan harapan itu ditandai dengan Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus Pembukaan MPLS Gelombang 3 yang dilaksanakan secara terpusat melalui daring.
Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna SRT 2 Banjarbaru, Jalan Batu Besi, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Sabtu (15/8). Pembukaan tersebut dihadiri langsung Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby bersama Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni.
Sebanyak 234 siswa yang mengikuti pendidikan di SRT 2 Banjarbaru terdiri dari 60 siswa jenjang SD, 102 siswa SMP, dan 72 siswa SMA.
Kehadiran mereka di sekolah rakyat bukan sekadar menjadi awal untuk mengejar prestasi akademik. Lebih dari itu, SRT diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk membangun karakter, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta keberanian dalam menentukan masa depan.
Walikota Banjarbaru menegaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.
“Sekolah rakyat ini adalah bukti nyata hadirnya pemerintah untuk bertanggung jawab atas kemerdekaan di bidang pendidikan, agar seluruh anak Banjarbaru memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk maju dan merdeka dari ketidakberdayaan,” ucap Walikota Lisa.
Menurutnya, MPLS bukan hanya momentum untuk mengenalkan siswa dengan lingkungan sekolah yang baru. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi pintu awal bagi para siswa untuk mengenali potensi diri, menemukan bakat, membangun kepercayaan diri, dan menanamkan keyakinan bahwa mereka memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.
Walikota Lisa pun menitipkan pesan kepada seluruh siswa agar tidak pernah merasa kecil dalam memandang cita-cita.
“Sekolah adalah tempat untuk tumbuh. Di sini para siswa boleh bermimpi, anak-anak boleh punya cita-cita setinggi-tingginya. Apapun cita-cita kalian, Nak, jangan takut untuk bermimpi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perjalanan menuju masa depan tidak ditentukan semata oleh bagaimana seseorang memulai, melainkan oleh kesungguhan dalam menjalani setiap proses.
“Masa depan tidak ditentukan oleh sebagaimana kita memulai, tetapi oleh bagaimana kita menjalani prosesnya,” pesan Walikota Lisa.
Pesan tersebut menjadi penguat bagi 234 siswa SRT 2 Banjarbaru yang kini membuka lembaran baru dalam perjalanan pendidikannya. Di tempat inilah mereka diharapkan tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kehidupan, keberanian bermimpi, dan arti perjuangan untuk meraih masa depan.
SRT 2 Banjarbaru pun diharapkan menjadi ruang yang mampu menumbuhkan harapan, bahwa setiap anak, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan kelak berdiri tegak menentukan jalan hidupnya sendiri.
Editor : Eddy Dharmawan



















