“Skillnya beragam, ada yang bagus ada yang ahli tapi tidak sedikit juga yang baru selesai belajar langsung buka praktek”, ujarnya.

Empat puluh tahun menekuni bidang pangkas rambut, pria berkacamata ini mengaku kesulitan mencari pelanggan sehingga penghasilan yang diperoleh tidak tetap.
“Pelangganku sudah banyak yang meninggal, sisanya ya masih motong (rambut) disini. Kalau pelanggan baru tidak tetap datangnya kadang ada kadang juga tidak ada yang datang. Saya juga tidak tiap hari (memangkas rambut), sudah tua.”, ungkapnya.
Untuk sekali pangkas rambut ditempatnya, Anan menarik tarif lima belas ribu rupiah untuk orang dewasa dan anak-anak.
Anan mengaku pasrah dengan keadaan, dirinya juga tidak melakukan inovasi apapun dikarenakan keterbatasan tempat. Apalagi tempatnya hanya berada di dekat gang sempit samping ex Mini Market LC Jalan Samudera.
“Ya jadinya begini sajalah sudah. Mau nambah fasilitas juga tidak bisa, terlalu sempit ini tempatnya. Syukuri apa yang diberikan sajalah”, tutupnya.
Reporter / Foto : Nagawati Limantara
Editor : Akbar Laksana




















