Dinilai Ganggu Estetika, Warga Pinta Lintas Pemerintah Atasi Pampangan

  • Whatsapp
Dinilai Ganggu Estetika, Warga Pinta Lintas Pemerintah Atasi Pampangan

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Objek wisata susur sungai yang menjadi daya tarik Kota Banjarmasin sebagai kota yang memiliki julukan seribu sungai itu menjadi sorotan bagi sejumlah kalangan, mulai dari warga, akademisi hingga wisatawan yang ingin menikmati sungai Martapura itu.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, Pasalnya sungai Martapura di kota Banjarmasin kerap terjadi pampangan yang mengganggu arus lalu lintas tranportasi sungai di kota Baiman itu.

Warga Pinta Lintas Pemerintah Atasi Pampangan

Salah satu pengemudi kelotok wisata yang enggan disebut namanya, mengaku dalam kurun waktu 3 hari kedepan, tumpukan sampah dibawah jembatan 9 November yang berasal dari hulu itu selalu menghalangi jalur kelotok yang ingin membawa wisatawan untuk menyusuri Sungai Martapura.

BACA JUGA:  Rehab GOR Hasanuddin Kembali Dimulai

“Setiap pagi pasti mampet dibawah jembatan pasar lama,” ucapnya saat ditemui wartaniaga.com di posko keberangkatan kelotok wisata Menara Pandang, Sabtu (01/02) Siang.

Menurutnya, pampangan tersebut sangat mengganggu arus lalu lintas kelotok maupun alat tranportasi air lain yang notabenenya masih digunakan sebagian masyarakat banua dalam mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mau ke Pulau Kembang terganggu, warga yang ingin pulang kerumah lewat sungai juga terganggu,” ungkapnya.

Namun ia mengakui masih beruntung karena masih ada pasukan turbo dan kapal sapu-sapu yang langsung bergerak untuk memecah kepadatan papampangan tersebut. “Sekitar jam 9 baru bisa lewat dari sana,” tuturnya.

Pos terkait