Wartaniaga.com, Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan pangan di kawasan pelabuhan.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi terkait cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan yang digelar bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin, Kamis (16/4).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran para pelaku usaha pangan di lingkungan pelabuhan terhadap pentingnya penerapan standar higiene dan sanitasi. Sosialisasi diikuti oleh penjamah makanan, pengelola kantin, serta pihak terkait lainnya.
Acara dibuka oleh Junior Manager HSSE Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Yoga Arya Kuswanto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengelolaan higiene dan sanitasi pangan merupakan langkah penting dalam mencegah risiko kesehatan di area pelabuhan.
“Kegiatan ini menjadi langkah konkret kami untuk memastikan seluruh aktivitas penyediaan pangan di lingkungan pelabuhan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan,” ujarnya.
Ia juga berharap para penjamah makanan dapat menerapkan prinsip higiene dan sanitasi secara konsisten guna meminimalkan potensi penyakit bawaan pangan.
Sosialisasi menghadirkan Ketua Tim Kerja III – Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin, Elfia N. Normayanti, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Elfia menjelaskan bahwa cemaran pangan terbagi menjadi beberapa jenis, yakni cemaran fisik, biologi, kimia, dan alergen. Ia menekankan pentingnya peran penjamah pangan dalam mencegah terjadinya kontaminasi.
“Dengan memahami jenis cemaran serta cara pencegahannya, setiap individu yang terlibat dalam pengolahan pangan diharapkan mampu menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Ia memaparkan, cemaran fisik berupa benda asing seperti rambut atau logam yang dapat membahayakan konsumen. Sementara itu, cemaran biologi berasal dari bakteri, virus, dan parasit yang menjadi penyebab utama penyakit bawaan pangan.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait cemaran kimia yang dapat berasal dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun logam berat.
Melalui kegiatan ini, Pelindo bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin berharap seluruh peserta mampu meningkatkan pemahaman serta menerapkan praktik higiene dan sanitasi pangan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari, demi terciptanya lingkungan pelabuhan yang sehat dan aman.
Editor : Eddy Dharmawan




















