Wartaniaga.com, Banjarbaru – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor menyalurkan bantuan sarana budidaya perikanan kepada Kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor (BSN) sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan kesiapsiagaan bencana.
Bantuan yang disalurkan berupa 15 sak pakan ikan gurame serta bibit gurame unggul. Dukungan ini merupakan bagian dari implementasi Program SIGANA CEKATAN (Siaga Bencana – Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan) yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan di lokasi budidaya ikan milik Kelompok BPK BSN yang berada di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru pada Rabu (8/4). Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi anggota BPK sebagai garda terdepan dalam penanganan karhutla.
Melalui pengembangan usaha budidaya ikan gurame, diharapkan tercipta sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan. Upaya ini juga bertujuan untuk mengurangi kerentanan ekonomi yang berpotensi memengaruhi tingkat kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi situasi bencana. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada kelompok BPK BSN dan akan dimanfaatkan dalam pengelolaan budidaya ikan secara kolektif.
Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, namun juga dilengkapi dengan pendampingan dan monitoring berkala guna memastikan efektivitas pemanfaatan, keberlanjutan usaha, serta kontribusinya terhadap penguatan kapasitas ekonomi dan operasional kelompok.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan, Edi Mangun menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian Pertamina dalam mendukung masyarakat yang memiliki peran penting di lapangan.
“Melalui Program SIGANA CEKATAN, kami tidak hanya mendorong kesiapsiagaan terhadap bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Harapannya, para anggota BPK dapat lebih fokus dan optimal dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka, karena didukung oleh sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan,” ungkap Edi.
Ia menambahkan, Pertamina percaya bahwa masyarakat yang tangguh secara ekonomi akan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi risiko bencana, termasuk karhutla yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan.
“Pertamina akan terus hadir melalui program-program TJSL yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tutupnya.
Melalui Program SIGANA CEKATAN, Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor terus berupaya menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang terintegrasi antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, guna menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.




















