Skrining Massal di Lapas Banjarbaru, Puluhan Warga Binaan Terindikasi Penyakit Menular

Petugas saat menggelar skrining bagi WBP di Lapas Kelas II Banjarbaru (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan komitmennya dalam pemerataan layanan kesehatan dengan menggelar skrining menyeluruh bagi ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II Banjarbaru, Rabu (8/4).

Kegiatan kolaboratif antara Dinas Kesehatan dan Puskesmas Cempaka ini berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 14.15 WITA, dengan fokus pada deteksi dini tiga penyakit menular utama, yakni Tuberkulosis (TBC), Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan Hepatitis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr Juhai Triyanti Agustina, mengungkapkan dari target 200 warga binaan, sebanyak 162 orang berhasil menjalani skrining. Hasilnya, ditemukan 4 orang reaktif HIV, 1 orang reaktif Hepatitis C, serta 20 orang terduga TBC yang akan segera ditindaklanjuti.

“Temuan ini menjadi perhatian serius dan akan langsung kami tangani melalui pemeriksaan lanjutan serta pengobatan sesuai prosedur,” ujarnya.

Pemkot Banjarbaru telah menyiapkan langkah penanganan komprehensif. Untuk kasus HIV, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dalam 2 hingga 4 pekan ke depan, sebelum memulai terapi Antiretroviral (ARV) jika hasil tetap reaktif.

Sementara itu, pasien reaktif Hepatitis C dijadwalkan menjalani pemeriksaan Viral Load di RSUD Idaman Banjarbaru.

Adapun bagi 20 warga binaan yang terduga TBC, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan diagnosis secara akurat.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana, serta Anggota Komisi XIII DPR RI, Rafiqie, turut meninjau langsung jalannya skrining sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui langkah deteksi dini ini, Pemkot Banjarbaru berharap dapat mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas sekaligus memastikan setiap warga binaan mendapatkan akses pengobatan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait