Wartaniaga.com, Banjarbaru – Di balik dinding kayu yang mulai lapuk dan atap yang tak lagi kokoh, secercah harapan akhirnya hadir bagi warga di RT 023 RW 008, Kelurahan Cempaka.
Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Perumahan dan Permukiman resmi meluncurkan program bantuan bedah rumah bagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jumat (10/4) menghadirkan perubahan yang tak hanya fisik, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, turun langsung menyaksikan kondisi rumah warga yang selama ini jauh dari kata layak.
Di tengah kesederhanaan itu, rasa haru tak terbendung. Banyak rumah yang berdiri dari warisan turun-temurun, namun kini tak lagi mampu menjamin kenyamanan dan keselamatan penghuninya.
Ketua RT 023 RW 008, Khairullah, menyampaikan rasa syukur mendalam atas perhatian pemerintah terhadap warganya.
Ia berharap program ini tidak berhenti di sini, mengingat masih banyak warga yang hidup di lingkungan serupa dan membutuhkan sentuhan nyata dari pemerintah.
“Semoga bantuan ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” ungkapnya penuh harap.
Bagi Pemerintah Kota Banjarbaru, program ini bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak.
Walikota Lisa menegaskan bahwa bantuan ini bersifat stimulan, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat.
“Tahun ini, sebanyak 100 rumah ditargetkan mendapatkan bantuan, dengan lima di antaranya berada di Kelurahan Cempaka,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan, Walikota Lisa juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan, terutama risiko kebakaran yang kerap terjadi akibat kelalaian penggunaan kompor dan instalasi listrik.
Walikota perempuan pertama di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan kondisi rumah tetap aman saat ditinggalkan.
“Program bedah rumah ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: sebuah rumah yang layak,” ucapnya dengan tulus.
Dari sana, harapan tumbuh, kehidupan membaik, dan masa depan perlahan kembali disusun dengan penuh keyakinan.
Editor : Eddy Dharmawan




















