Spektakuler! Puncak HUT ke-27 Banjarbaru Dihadiri Dua Menteri, 15 Ribu Porsi Soto Banjar Disajikan untuk Warga

Acara puncak hari jadi ke-27 Kota Banjarbaru ditandai dengan proses pembuatan kerajinan purun (Foto : MCBjB)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Puncak peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-27 Kota Banjarbaru berlangsung meriah dan penuh makna, Senin (20/4). Perayaan ini terasa istimewa dengan kehadiran dua Menteri Republik Indonesia, yakni Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol dan Menteri UMKM Maman Abdurahman, bersama Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin.

Ketua Panitia Harjad ke-27, Sirajoni, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan. Ia menjelaskan, peringatan tahun ini mengusung tema “Kita Gawi Sabaratan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong mewujudkan Banjarbaru yang elok, maju, adil, dan sejahtera.

Sebanyak 16 rangkaian kegiatan digelar untuk memeriahkan Harjad, di antaranya Tabligh Akbar dan Salat Hajat bersama Ustadz Hanan Attaki dan Syekh Asal Al Banjari. Pada puncak acara di Lapangan Murjani, panitia juga menyediakan 15.000 porsi Soto Banjar Limau Kuit gratis bagi masyarakat.

Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran dua menteri di momen bersejarah tersebut. Ia menegaskan, di usia ke-27 tahun, Banjarbaru terus menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor.

“Peningkatan indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, serta penurunan angka kemiskinan dan stunting menjadi bukti nyata capaian pembangunan,” ujarnya.

Ia juga berharap dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi agar Banjarbaru semakin siap sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang lebih maju dan sejahtera.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin, turut mengapresiasi capaian Banjarbaru yang mencatat indeks pembangunan manusia tertinggi di Kalimantan Selatan. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga dan meningkatkan pembangunan daerah.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol memberikan apresiasi atas deklarasi Gerakan Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas). Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menyelesaikan persoalan dasar seperti pengelolaan sampah sebagai fondasi menuju Indonesia maju.

“Banjarbaru hari ini telah menjawab tantangan tersebut. Tinggal bagaimana implementasinya terus dijalankan secara nyata,” tegasnya.

Menteri UMKM Maman Abdurahman juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan UMKM di Banjarbaru. Ia menilai, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Menurutnya, berbagai dinamika yang pernah terjadi, seperti kasus “Mama Khas Banjar”, menjadi pelajaran penting untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan UMKM di daerah.

“Momentum ini menunjukkan bahwa semua pihak memiliki komitmen besar untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah agar semakin berkembang,” pungkasnya.

Perayaan puncak Harjad ke-27 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga simbol kebersamaan dan optimisme dalam membangun Banjarbaru menuju masa depan yang lebih gemilang.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait