Wartaniaga.com, Banjarmasin- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2020 mendatang lebih baik dari tahun ini. Hal ini diungkapkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor pada acara Laporan Tahunan Bank Indonesia di KPW BI Povinsi Kalimantan Selatan Banjarmasin, Rabu (11/12).
Meski diakuinya pertumbuhan ekonomi Kalsel juga pada tahun ini melambat seiring dengan pengaruh dari pertumbuhan ekonomi global.
“Kita jangan terlena dan terpaku dengan kondisi seperti ini, harus tetap bisa bertahan walaupun dengan kondisi yang susah,” ajaknya
Bahkan, ujar Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini Pemprov Kalsel terus berupaya melakukan terobosan demi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita harus bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi salah satu dengan pengembangan sektor wisata dan UMKM” katanya
Dikatakanya, beroperasinya terminal baru Bandara Syamsudin Noor menjadi modal penting dalam meningkatkan kunjungan wisata ke Kalsel.
Optimis Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2020
“ Bagi kita keberadaan Bandara Baru Syamsudin Noor ini merupakan prosfek karena menjadi pintu gerbang masuknya wisatawan. Hal ini tentunya meningkatkan sektor wisata baik wisata alam maupun membangkitkan sektor ekonomi UMKM dari segi pembelian oleh-oleh atau souvenir, apalagi menyambut Visit Kalsel Year 2020 ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kalsel Herawanto menjelaskan bahwa perekonomian Kalsel saat ini ditopang oleh Kinerja Industri pengolahan CPU yang makin membaik.
Diutarakannya, kebijakan pemerintah terkait terhadap pengolahan sawit sangat mendukung bagi perekonomian Kalsel.
“ Pemerintah dalam hal ini mengintruksikan agar hasil pengolahan Industri sawit sebanyak 20% untuk kebutuhan bio diesel di Indonesia,” ucapnya.
Herawanto menilai kebijakan ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kalsel mengingat banyaknya produksi sawit di daerah ini.
” Pasti akan meningkatkan ekonomi daerah” tuturnya.
Pihaknya juga bersama Tim Penanggulang Inflasi Daerah (TPID) menginisiasi pembentukan
pendirian Bumi Tangi Agro Edu Park ( BTAEP ). BTAEP ini berdiri di lahan eks Rumah Tungku Pembakaran Uang Rusak.
” Ini merupakan wahana percontohan dan laboratorium hidup yang diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan penanaman tanaman pangan dan budi daya perikanan dilahan pekarangan baik bagi petani, masyarakat dan institusi” paparnya
Kedepan, tambahnya BTAEP ini dirancang sebagai lahan tanaman dan pengembangan berbagai tumbuhan eksotis Kalimantan dalam rangka upaya pelestarian keaneka ragaman hayati.
Reporter : Edhy Dharmawan
Editor : Didin Ariyadi
Foto : Edhy Dharmawan




















