Pedagang Pasar Pagi Tolak Pembebasan Lahan

  • Whatsapp
Pasar Pagi 

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Puluhan warga yang terdiri dari pedagang di kawasan Pasar Pagi Kelurahan Muara Kelayan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, menyambangi Balai Kota Banjarmasin guna memenuhi undangan pertemuan yang ke 4 kalinya oleh Dinas Perumahan dan Permukiman, serta perwakilan Disperindag dan Wakil Walikota Banjarmasin.

Dari informasi yang dihimpun wartaniaga.com, pertemuan tersebut digelar berkenaan dengan rencana pemerintah untuk merelokasi pedagang yang terkena pembangunan siring di sepanjang jalur Pasar Pagi. Selain itu, juga membahas tentang besaran ganti-rugi yang diberikan untuk pedagang dan pemilik lahan yang berlokasi disana.

Berjalan selama kurang lebih 3 jam sejak pukul 09.00 Wita tadi pagi, ada beberapa orang yang keluar dari ruang rapat dengan wajah lesu, salah satunya Bawaihi. Ia mengatakan sudah mendukung penuh atas wacana pembangunan siring tersebut, namun menurutnya nilai yang diterimanya dari harga keputusan pemerintah masih dibawah harga pasaran.

BACA JUGA:  Pengepul dan Pedagang Nasi Keluhkan Harga Ikan Gabus Mahal

Pedagang Pasar Pagi Merasa tidak Terima Dengan Keputusan Pemerintah

“Harga yang kami dapat cuma Rp 2.8 juta permeternya, sedangkan pasaran tanah untuk wilayah disana (Pasar Pagi) sudah lebih Rp 5 jutaan,” cetusnya.

Apalagi, menurutnya, pemerintah kota memukul rata nilai ganti-rugi untuk pedagang, tanpa melihat kelengkapan dokumen yang dimiliki para pemilik tanah.

Pasar Pagi 

“Masa hanya dengan alasan prona harganya disamaratakan dengan yang punya segel, sertifikat dan hak guna bangunan,” tambahnya.

Lain Bawaihi, lain lagi Rahmansyah, ia mengaku sudah sepakat dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah, pasalnya ia tidak ingin repot jika harus menempuh jalur pengadilan.

Namun ia belum menerima kejelasan tentang tempat yang akan dijadikan lahan untuk relokasi pedagang yang berasal dari pasar tersebut dari dinas terkait.

BACA JUGA:  Allianz Sebut Kesadaran Warga Soal Asuransi Masih Rendah

“Masalah harga saya sudah pasrah, tapi yang saya masalahkan itu tentang dimana tempat kami mau dipindahkan, masa cuma mau dibongkar saja tidak mencari gantinya ke tempat lain,” pungkas pria paruh baya ini.

Sementara itu ketika di konfirmasi dengan pihak Disperkim dan Disperindag Kota Banjarmasin, keduanya tidak memberi statemen apapun mengenai pembebasan lahan itu seraya meninggalkan awak media di Lobby Balai Kota Banjarmasin.

Reporter : Zakir
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Zakir

L

Pos terkait