Bank Kalsel Raih GCG Award

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com, Jakarta – ECONOMIC REVIEW kembali menggelar event Indonesia Good Coporate Governance Award 5 th (IGCGA) 2019 dan menyatakan Bank Kalsel Sebagai big 8 Indonesia GCG dengan sangat baik di suatu perusahaan.

Ajang tersebut menghadirkan dewan juri yang sangat independen dan kompeten dibidangnya yang dinilai dari data publik serta kinerja perusahaan sepanjang tahun 2018.

Penghargaan diserahkan oleh Pemimpin Umum Economic Review, Hj. Irlisa Rachmadiana, Ssn, MM kepada Direktur kepatuhan Bank Kalsel H. I. G.K. Prasetya di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

“Anugrah tersebut mencerminkan bahwa upaya dan kerja keras Bank Kalsel dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) telah berjalan sesuai panduan dari pihak otoritas dan standard umum yang berlaku di industri perbankan”, jelas Prasetya.

BACA JUGA:  Program P2LT PLN Resahkan Masyarakat

Penerapan GCG merupakan salah satu faktor penting dalam penilaian tingkat kesehatan bank (TKB) selain profil resiko, Earnings (pendapatan) dan capital (permodalan).

“Bank yang mendapatkan predikat sehat TKB akan bisa beroperasional secara optimal, menjalankan fungsi intermediasi dengan baik meningkatkan kepercayaan nasabah dan masyarakat pada umumnya serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham” tambahnya.

Bank Kalsel memberikan perhatian besar terhadap keempat faktor yang dimaksud yakni, Manajement resiko, Implementasi GCG, Pendapatan yang bekelanjutan dan Permodalan yang secara generik terus tumbuh.

Khusus untuk permodalan Bank Kalsel yang notabene Bank Umum milik Pemerintah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Pemerintah Kota/Kabupaten se- Kalsel, terus berkomunikasi secara intens dengan para pemilik untuk meningkatkan setoran modalnya.

BACA JUGA:  Bedah Rumah, Kodim 1007/Banjarmasin Telan Biaya Rp49 Juta

Saat ini modal yang telah disetor tahun 2018 adalah sebesar Rp. 1,25 Triliun atau meningkat dari tahun 2017 sebesar Rp. 1,17 Triliun.

Menurutnya hal yang logis dan strategis bagi pemegang saham sebagai pemilik Bank Kalsel untuk menambah setoran modalnya dalam rangka memenuhi Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) tetap diatas rasio minimum sebelum 11% , dimana pada CAR/KPMM Bank Kalsel per Desember 2018 sebesar Rp. 25.63%, dan meningkatnya.

Kemampuan menghasilkan pendapat salah satunya diukur dari rasio ROE (Return on Equity) tahun 2018 sebesar 6,08% atau berada diatas acuan rata-rata suku bunga deposito sebesar 5,94% Penguatan modal juga diperlukan untuk mendukung berbagai inisiatif dan program perkembangan Bank Kalsel ditengah iklim persaingan dan semakin ketat era disrupsi teknologi saat ini.

BACA JUGA:  Sikapi Covid-19, Bupati Sukamta Rumuskan Strategi Khusus Bangkitkan Ekonomi Tanah Laut

Antara lain, pengembangan di aspek SDM (Human Develoment) guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi kerja, aspek teknologi (IT Develoment) guna kemanan dan kenyamanan transaksi, pelayanan maupun aktivitas lainnya serta aspek bisnis (bisnis development) guna optimalisasi laba perusahaan dan pendapatan daerah.

Reporter : Mg 01
Editor : Erwand
Foto : Ist

L

Pos terkait