Noorlatifah Pimpin HKTI Banjarmasin

  • Whatsapp
Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Lauhem ,Ketua HKTI Kalsel, M Rifqi Nizami Karsyuda, Dandim 1007 Banjarmasin, Kolonel Infantri Teguh adn Ketua HKTI Banjarmasin Noorlatifah

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Banjarmasin telah dimulai. Organisasi ini baru saja memilih Ketua baru setelah sekian lama fakum membina warga dalam hal pertanian.

Ketua terpilih itu adalah Norlatifah, yang terpilih untuk periode 2018-2022, di Musyawarah Daerah HKTI Banjarmasin, di Gedung PWI Kalsel, Sabtu (3/2). Acara yang dihadiri puluhan Ormas dan organisasi kemahasiswaan itu, hadir Dandim 1007 Banjarmasin, Kolonel Infantri Teguh, Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Lauhem dan Ketua HKTI Kalsel, M Rifqi Nizami Karsyuda.

Muat Lebih

BACA JUGA:  OJK Sebut Pertumbuhan Ekonomi Stabil di 2019

Menurut Lauhem, organisasi HKTI Banjarmasin sangat perlu adanya dimana program-programnya nanti bisa membantu Kepemerintahan dalam hal pertanian. Kemudian mendorong masyarakat untuk bertani dan kemudian memiliki penghasilan tambahan. “Kami selaku Dinas Ketahanan Pangan Kota Banjarmasin sangat mendukung. Semoga antara HKTI dan Pemko bisa bersinergis dalam hal pertanian maupun perikanan di Banjarmasin,” katanya setelah membuka acara Musda HKTI Banjarmasin.

Ia mengharapkan, setelah Musda ini dan kemudian membentuk kepengurusan baru, HKTI Banjarmasin dapat menjadi ormas kebanggaan masyarakat melalui terobos-terobosan baru dalam usaha maupun pertanian.

Hal senada juga diharapkam M Rifqi Nizami Karsyuda, HKTI Banjarmasin bukan hanya ormas bidang pertanian, namun juga bisa membangun dan terus berinovasi untuk masyarakat demi pertumbuhan ekonomi yang baik. “HKTI wadah untuk penghimpun masyarakat dalam pertanian, juga sebagai penggerak, pendukung wahana masyarakat, Juga pendukung kreatifitas kelompok mahasiswa dalam hal pertanian,” katanya.

BACA JUGA:  Lutfi : Perusahaan Outsourcing Dzolimi Pekerja

Ia melanjutkan, minimnya lahan di Banjarmasin bukan alasan untuk mengembangkan pertanian. Banyak peluang lainnya, misal pada budidaya ikan, sebut saja ikan haruan atau ikan gabus. Sekarang budidaya ikan tidak perlu kolam besar atau lahan, namun sekarang bisa disentuh dengan teknologi, bisa menggunakan alat alat yang di rumah. Misal terpal yang di buat menjadi kolam kecil, kemudian diatur sirkulasi airnya. Budidaya ikan bisa dilakukan dan yang terpenting hasilnya lebih baik.

Selain itu, dirinya juga membeberkan bahwa pemprov Kalsel telah mengucurkan dana sebesar Rp 220 miliar untuk sektor pertanian.
“ Jika petani memerlukan modal dapat meminjamnya melalui Bank Kalsel dan syaratnya hanya surat keterangan dari kelurahan: ujarnya
Dirinya berharap dengan adanya pinjaman ini geliat pertanian di Banua semakin membaik. “ Mudah-mudahn dengan adanya fasilitas permodalan ini pertanian kita semakin meningkat” katanya.

BACA JUGA:  Optimalisasi Lahan Gambut Untuk Masyarakat Kalsel

Reporter : Dani
Editor : Didin Ariyadi
Foto : Dani

Pos terkait