3 views

Pangan Kalsel Aman Saat Ramadhan

WartaNiaga.com, Banjarmasin – Tingkat kebutuhan konsumsi pangan di bulan Ramadhan selalu mengalami peningkatan, terlebih lagi menjelang hari Raya Idul Fitri. Demi mengantisifasi kondisi itu, Perum Bulog Drive Kalsel mengambil langkah guna memenuhi kebutuhan masyarakat saat puasa.

Menurut Dedi Supriady, Kepala Perum Bulog Drive Kalsel, pihaknya telah mempersiapkan program 3 pilar ketahanan pangan yang tediri dari ketersedian, keterjangkauan fisik dan ekonomi serta stabilisasi pasokan dan harga.

”Faktor pertama dalam menghadapi kebutuhan beras dan gula pada saat Ramadhan adalah ketersedian yang cukup sehingga mampu memenuhi permintaan yang cendrung meningkat pada saat puasa dan lebaran” ujarnya

Ditambahkanya, stok beras hingga bulan mei 2017 ini sebanyak 16.820.000 kg yang terbagi di berbagai gudang yang terdapat di Banjarmasin, Banjarbaru, Marabahan, Barabai dan Kotabaru. Jumlah ini, menurutnya sudah cukup untuk melayani kebutuhan puasa.

BACA JUGA:  Pendatang dari Pulau Jawa Naik 2,7 Persen

Selain itu, Dedi juga mengutarakan jumlah ketersedian gula yang mencapai 1, 6 juta ton lebih hingga bulan Mei 2017 ini dirasa cukup.
“ Stok gula kiranya juga memiliki ketersedian yang cukup yakni ada 1.626.000 ton hingga Mei ini yang juga sudah berada di gudang Banjarmasin, Barabai dan Kotabaru” jelasnya.

Meski demikian, Bulog Kalsel tidak serta merta merasa aman dengan ketersedian tersebut. Faktor keterjankauan fisik dan ekonomi menjadi program kedua pihaknya. Baginya ketersedian yang cukup harus dibarengi kemudahan untuk mendapatkannya.

Guna dapat menjalankan program kedua ini Bulog Kalsel mensiasatinya dengan megadakan pasar murah. Hal ini dilakukan selian untuk kemudahan mendapatkan juga kestabilan harga dan pasokan.

BACA JUGA:  FEsyar Bukukan Omset Rp 2,6 T

“Faktor kedua sangat berkaitan erat dengan stabilitas pasokan dan harga yang merupakan pilar ketiga dari program kami, sehingga untuk memudahkan dan menjalankan program ini kami melakukan operasi pasar di 19 pasar di Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Huku Sungai Tengah (HST)” terangnya. (Editor: Didin Ariyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *