Muhammad Aris, dari Musisi ke Politisi

MUhammad Aris

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Gegap-gempita perhelatan Pemilu 2024 sudah mulai terasa. Tak sedikit Caleg mulai mengkampanyekan dirinya melalui berbagai sarana, spanduk, baliho hingga media sosial.

Salah satunya, Muhammad Aris, S.Kom seorang seniman dan musisi ini mencoba peruntunganya di panggung politik. Bukan tanpa alasan, ia ingin memperjuangkan seni dan budaya yang selama ini mulai tergerus oleh kemajuan jaman.

” Seni dan budaya kita saat ini mulai dilupakan, banyak masyarakat yang lebih bangga dengan budaya barat ketimbang budaya kita sendiri,” ujar Pengurus Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia ( PAPPRI ) Kalsel ini.

Pria yang sempat manggung di beberapa stasiun Televisi Nasional bersama Naffas Band ini menuturkan Musik sebagai sarana komunikasi, sarana pendidikan, sarana bisnis dan ekspresi serta sarana hiburan untuk memberikan kebermanfaatan pada orang banyak, oleh sebab itu seni dan budaya menjadi salah satu identitas bangsa dan daerah yang harus dilestarikan.

Muhammad Aris saat tampil di acara Dahsyat RCTI

” Kalau bukan kita siapa lagi yang menjaga dan melestarikan budaya. Kita harus bangga dengan identitas kita ini karena inilah pembeda kita dengan bangsa lain,” tutur Pengurus Komunitas Gitaris Banjarmasin ini.

Bagi pria kelahiran Banjarmasin 1987 silam ini politik menjadi salah satu cara untuk mempertahankan seni dan budaya tersebut.

Melalui partai Nasdem, Aris akan berjuang menjadikan seni dan budaya ini menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

Berpengalaman secara nasional sebagai seorang musisi, anak dari pasangan Muhammad Achyan Noor dan Noorlianiwati ini berpendapat perlu ada aturan, Perda yang dibuat untuk eksistensi seni dan budaya daerah.

Ia mencontohkan, musik Panting yang merupakan khas Kalsel tak kalah nyaman dan enak didengar jika dibanding dengan musik lainnya.

” Ini peluang, melalui seni dan budaya ini jualah kita dapat memperkenalkan daerah ini ke dunia luar yang pada akhirnya akan mendatangkan kunjungan wisata ke sini,” paparnya seraya menambahkan ini hanya salah satu efeknya saja.

Founder Gitas Store Banjarmasin ini meyakini seni dan budaya akan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. ” Akan banyak keuntungan lain jika seni dan budaya ini tetap lestari,” pungkas mahasiswa S2 Magister Manajemen Uniska ini.

Editor : Reza

Pos terkait

banner 468x60