” Produk kulit bisa di buat menjadi berbagai barang ataupun kerajinan yang memiliki nilai seni yang tinggi dan harga yang lumayan di pasaran, sehingga bisa meningkatkan perekoniam masyarakat di Tanah Laut,” bebernya
Harjuno Wibowo, dari Djoen Leather Yogyakarta yang menjadi instruktur pada kegiatan tersebut manambahkan,
kulit sendiri terdiri dari berbagai macam jenis, untuk itu perlu di adakan perkenalan terlebih dahulu kepada para peserta.

Seperti di ketahui bahwa produk dari kulit terkenal sangat awet dan elegant, bahkan dapat bertahan hingga 10 tahun lebih, tinggal bagaimana cara merawatnya saja agar terhindar dari jamur.
” Kepada para peserta kita ajarkan mulai dari bikin pola, pemotongan, perakitan hingga finishing sampai menjadi barang jadi,” ucapnya Harjuno.
kegiatan tersebut di buka oleh Hasanudin, Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri, mewakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan.
Adapun Pelatihan teknologi pengolahan kulit yang di ikuti oleh 20 orang pelaku Industri Kecil Menengah ( IKM ) di Tanah Laut tersebut di laksanakan di Gedung Pusat Promosi Sentra IKM Sasirangan Tambang Ulang, berlangsung selama 5 hari, dimulai tanggal 24 Febuari sampai dengan tanggal 28 Febuari 2020.
Reporter/Foto : Tony Widodo
Editor : Mukta



















