Kadar Garam Tembus 2.119 PPM, PAM Bandarmasih Hentikan Total Intake Sungai Bilu

Manajemen PAM Bandarmasih hentikan Intake Sungai Bilu, Kadar garam tembus 2.119 PPM (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Intrusi air laut di tengah puncak musim kemarau kembali menjadi tantangan serius bagi pelayanan air bersih di Kota Banjarmasin. Kadar garam pada air baku PT Air Minum Bandarmasih tercatat melonjak hingga 2.119 parts per million (PPM), Senin (10/8).

Kondisi tersebut membuat PT Air Minum Bandarmasih terpaksa menghentikan sementara operasional Intake Sungai Bilu. Dampaknya, debit distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah Banjarmasin mengalami penurunan.

Di tengah kondisi tersebut, manajemen PT Air Minum Bandarmasih terus mencari langkah alternatif agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Salah satu opsi yang tengah diusulkan adalah pemanfaatan air dengan kadar garam di atas standar untuk kebutuhan tertentu, khususnya mandi, cuci, kakus (MCK), dengan tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keamanan yang berlaku.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kondisi air baku saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, pihaknya bergerak cepat menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keberlangsungan pelayanan.

“Saat ini kami terus mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan air baku. Salah satu yang sedang kami usulkan adalah pemanfaatan air untuk kebutuhan MCK, tentunya dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujar Zulbadi.

Penghentian sementara Intake Sungai Bilu berdampak langsung terhadap distribusi air di sejumlah kawasan. Di wilayah Banjarmasin Barat, debit distribusi turun sekitar 40 persen, sedangkan di Booster S. Parman mengalami penurunan sekitar 39 persen.

Penurunan distribusi juga terjadi di wilayah Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur, masing-masing sekitar 8 persen, serta sebagian wilayah Banjarmasin Utara.

Transfer Air Dioptimalkan

Untuk mengurangi dampak penurunan debit tersebut, PT Air Minum Bandarmasih mengoptimalkan transfer air dari IPA 2 Pramuka ke IPA 1 dengan kapasitas sekitar 1.000 meter kubik per jam.

Direktur Operasional PT Air Minum Bandarmasih, Irwan Firwana, mengatakan skema tersebut memungkinkan debit pelayanan IPA 1 tetap dimaksimalkan hingga sekitar 1.750 meter kubik per jam.

“Kalau kondisi Sungai Bilu belum memungkinkan beroperasi, kami juga menyiapkan armada mobil tangki untuk membantu distribusi kepada pelanggan,” jelas Irwan.

Manajemen menegaskan, penyesuaian distribusi dilakukan selama terjadi keterbatasan air baku akibat kemarau dan intrusi air laut. Pola distribusi akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi ketersediaan air baku serta kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.

Apabila kondisi air baku kembali membaik dan Intake Sungai Bilu sudah memungkinkan untuk dioperasikan secara normal, PT Air Minum Bandarmasih akan kembali menyesuaikan distribusi sesuai kebutuhan masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak menggunakan air serta mulai menampung air di rumah sebagai langkah antisipasi apabila keterbatasan air baku masih berlanjut.

Zulbadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya pelayanan. Ia memastikan perusahaan terus berupaya maksimal agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat dipenuhi.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi saat ini. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan,” tutup Zulbadi.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait