Bangunan Lapuk Tak Padamkan Semangat Mengaji, Pemkot Banjarbaru Renovasi Total TPA Darul Falah

Walikota Hj Lisa Halaby saat meninjau renovasi pembangunan TPA Darul Falah di Kecamatan Cempaka (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Di balik dinding kayu yang mulai lapuk dan plafon yang menghitam akibat kebocoran, puluhan anak di Kecamatan Cempaka tetap tekun belajar membaca Al-Qur’an. Kondisi bangunan yang jauh dari kata layak ternyata tak mampu memadamkan semangat mereka untuk menuntut ilmu agama.

Kini, harapan baru mulai tumbuh di TPA Darul Falah. Pemerintah Kota Banjarbaru merespons cepat aspirasi masyarakat dengan menyalurkan bantuan renovasi total terhadap bangunan TPA yang selama lebih dari dua dekade menjadi tempat anak-anak sekitar belajar mengaji.

Bangunan berbahan dasar kayu tersebut sebelumnya merupakan kantor pembakal (kepala desa) setempat. Seiring perkembangan wilayah, bangunan itu sempat tidak digunakan dan beberapa kali dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Sejak sekitar tahun 2000-an, bangunan tersebut kemudian difungsikan sebagai tempat pembelajaran Al-Qur’an di bawah naungan TPA Darul Falah.

Namun, lebih dari 20 tahun digunakan tanpa perbaikan menyeluruh membuat kondisi bangunan semakin memprihatinkan. Dinding papan mulai mengelupas dan lapuk dimakan usia. Pintu utama beserta engselnya juga telah mengalami kerusakan, sementara bagian plafon dipenuhi bercak hitam akibat kebocoran atap.

Ketika hujan deras mengguyur kawasan Cempaka, air bahkan merembes ke sejumlah titik dan mengganggu aktivitas belajar para santri.

Meski berada dalam keterbatasan, semangat anak-anak untuk belajar tetap menyala.

Saat ini sekitar 60 santri tercatat aktif mengikuti pembelajaran di TPA Darul Falah. Kegiatan belajar difokuskan pada jenjang Iqra, sedangkan pembelajaran Al-Qur’an untuk jenjang berikutnya dilaksanakan di lokasi pendukung lainnya.

Kepala TPA Darul Falah, Nayli Kurata Aini, mengaku terharu sekaligus bersyukur atas perhatian dan respons cepat Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap kondisi tempat belajar para santri, Sabtu (8/8).

Menurutnya, selama ini pengelola TPA harus mengandalkan swadaya pengurus dan sumbangan sukarela dari para orang tua santri untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk ketika terjadi kerusakan fasilitas.

“Sejak dahulu, jujur belum pernah ada bantuan resmi dari pemerintah yang mengalir ke TPA kami. Kalau ada kebutuhan mendesak atau kerusakan fasilitas yang harus segera ditangani, selama ini kami murni mengandalkan swadaya pengurus serta sumbangan sukarela dari para orang tua santri,” ungkap Nayli.

Ia pun mengapresiasi respons cepat Wali Kota Banjarbaru terhadap permohonan renovasi yang diajukan pihak pengelola.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Walikota karena pengajuan kami terkait renovasi bangunan ini langsung direspons cepat tanpa penundaan. Terima kasih banyak Ibu Walikota. Semoga berkah, selalu sehat, dan dilancarkan dalam menjalankan tugas memimpin daerah,” tuturnya.

Nayli berharap, setelah renovasi selesai, para santri dapat belajar dengan lebih nyaman tanpa lagi dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan.

“Mudah-mudahan dengan renovasi ini nantinya, para santri kami bisa makin semangat menuntut ilmu dalam kondisi bangunan yang aman, kokoh, dan nyaman,” harapnya.

Hal senada disampaikan pengurus TPA Darul Falah, Riduan. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan keagamaan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat Cempaka.

“Kami masyarakat sangat mengharapkan bantuan seperti ini dari pemerintah, apalagi ini bangunan yang diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Walikota yang telah membantu renovasi TPA Darul Falah ini,” tegas Riduan.

Bagi masyarakat, renovasi tersebut bukan sekadar mengganti dinding kayu yang lapuk, memperbaiki atap yang bocor, atau memperkuat struktur bangunan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap tempat di mana anak-anak belajar mengenal huruf-huruf Al-Qur’an, menanamkan nilai agama, dan membentuk akhlak sejak usia dini.

Langkah responsif Pemerintah Kota Banjarbaru tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Misi Pembangunan Kota Banjarbaru 2025–2030, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia Kota Banjarbaru yang religius, bersosial, dan berbudaya.

Melalui penataan dan revitalisasi sarana pendidikan keagamaan nonformal di tingkat kelurahan, pemerintah berupaya memastikan anak-anak Banjarbaru memiliki ruang belajar yang aman dan layak untuk tumbuh menjadi generasi penerus yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.

Sebab, dari sebuah tempat sederhana seperti TPA Darul Falah, bisa tumbuh harapan besar: generasi yang hari ini belajar mengeja ayat-ayat suci, kelak menjadi anak-anak yang membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Banjarbaru.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait