Wabup HSS Hadiri Haul Datu Bajayau

Wartaniaga.com,Kandangan-Ribuan warga, tokoh masyarakat, ulama, dan habaib memadati Kompleks Makam Datu Bajayau di Desa Bajayau Tengah, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Selasa (23/6/2026). Mereka hadir untuk mengikuti Haul Syech KH Ismail atau yang lebih dikenal sebagai Datu Bajayau.

Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan. Lantunan syair maulid dan pembacaan tahlil bersama mengiringi rangkaian acara yang dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati HSS H Suriani didampingi Camat Daha Barat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Dalam acara haul, panitia juga membacakan manaqib atau riwayat hidup Datu Bajayau. Ulama kharismatik tersebut merupakan keturunan langsung ulama besar Banjar, Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan.

Datu Bajayau merupakan putra dari KH Abdul Qadir dan Hajjah Noor Masjam, putri dari Datu Daha atau Syech Jamaluddin. Semasa menuntut ilmu, beliau berguru kepada ulama terkemuka Martapura, KH Kasyful Anwar.

Atas arahan gurunya, Datu Bajayau berangkat ke Makkah pada tahun 1372 Hijriah untuk memperdalam ilmu agama. Selama 17 tahun menetap di Tanah Suci, beliau belajar kepada sejumlah ulama besar, di antaranya Syech Ali Maliki, Syech Abdul Baqi, Syech Ali Husein, dan Syech Amin Quthbi.

Setelah kembali ke kampung halamannya di Pandak Daun, Kecamatan Daha Utara, beliau terus mengabdikan diri untuk dakwah dan pendidikan agama hingga wafat pada tahun 1384 Hijriah atau 1963 Masehi dalam usia 84 tahun.

Puncak haul diisi tausyiah agama oleh Pengasuh Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan sekaligus Ketua Umum MUI Kalimantan Selatan, TGH Ahmad Syairazi.

Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta kepada para ulama dan orang-orang saleh sebagai jalan meraih keberkahan hidup.

“Orang berilmu dan beramal saleh tanpa didasari rasa cinta pada ulama tidak akan mendatangkan keberkahan. Rasa cinta kepada orang saleh merupakan pintu barokah yang sangat mudah, yang akan menimbulkan dampak besar pada jiwa dan hati seseorang,” ujar TGH Ahmad Syairazi.

Selain itu, ia juga menyampaikan empat amalan utama untuk meraih kemuliaan dunia dan akhirat, yakni senang berkumpul dengan orang saleh, senantiasa bersyukur dalam segala keadaan, berbakti kepada kedua orang tua, serta mengamalkan perbuatan yang diridhai Allah SWT.

Usai memberikan tausyiah, TGH Ahmad Syairazi bersama sejumlah tokoh agama melakukan ziarah ke makam Datu Bajayau.

Sementara itu, seusai mengikuti rangkaian haul, Wakil Bupati HSS H Suriani meninjau progres pembangunan poros jalan Bajayau-Sawaja yang berada tidak jauh dari lokasi kegiatan.

Saat ini proyek strategis tersebut telah memasuki tahap pengurukan lahan. Menurut Suriani, keberadaan jalan itu nantinya akan memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Daha.

“Nantinya jalan ini akan menjadi urat nadi perekonomian yang sangat penting bagi warga karena mempermudah sekaligus memperpendek jarak dan akses menuju Kota Banjarmasin,” kata Suriani.

Ia menambahkan, poros jalan Bajayau-Sawaja tidak hanya menghubungkan wilayah HSS, tetapi juga akan terkoneksi dengan Kabupaten Tapin. Dalam jangka panjang, jalur tersebut diproyeksikan menjadi jalan alternatif provinsi di poros barat Kalimantan Selatan guna mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur utama.

Reporter: Amutz
Editor: Hariyadi

Pos terkait