Wartaniaga.com, Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) II Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun Anggaran 2025 menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis kepada mitra kerja, dengan fokus utama pada optimalisasi serapan anggaran yang dinilai belum maksimal.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pansus II, Muhammad Yani Helmi, usai rapat pembahasan bersama mitra kerja, Selasa (21/4/2026), di ruang rapat Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Banjarmasin.
Ia menegaskan bahwa serapan anggaran harus dilakukan secara optimal dan tidak berulang menjadi persoalan di tahun berikutnya.
“Serapan anggaran ini harus benar-benar maksimal. Kalau kondisi seperti ini kembali terulang di tahun 2026, maka akan kami evaluasi pada 2027,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, Pansus II juga menyoroti penyelesaian serah terima aset Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kotabaru serta Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Taluk Tamiang, Kotabaru. Permasalahan ini muncul akibat peralihan kewenangan pengelolaan dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru ke Pemerintah Provinsi Kalsel, sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah pusat.
Yani Helmi—yang akrab disapa Paman Yani—menekankan agar proses penyerahan aset tersebut segera dituntaskan.
“PPI Kotabaru dan SMKN Taluk Tamiang harus segera ditindaklanjuti. Rekomendasi ini harus clear,” tegasnya.
Di sisi lain, Pansus II turut merekomendasikan perlindungan bagi pelaku usaha sektor primer, seperti nelayan, petani, dan pekebun, melalui pemberian asuransi usaha. Skema ini diharapkan dapat memberikan jaminan saat terjadi gagal panen atau kerugian usaha.
Tak hanya itu, subsidi pembelian solar bagi nelayan juga menjadi perhatian, guna menekan biaya operasional di tengah tantangan ekonomi.
“Jangan sampai petani dan nelayan merugi, terutama dalam sektor pangan,” tambah politisi Partai Golkar tersebut.
Senada dengan itu, Anggota Pansus II, Dewi Raisha Aprillia, berharap realisasi anggaran 2025 dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh mitra kerja agar keterlambatan tidak kembali terjadi pada tahun 2026.
Ia menyoroti masih adanya sejumlah proyek yang belum terealisasi dan masih dalam tahap lelang, meski sudah memasuki pertengahan tahun.
“Semoga anggaran murni bisa segera direalisasikan. Saat ini masih ada beberapa proyek yang proses lelang, padahal sudah mendekati Mei. Mudah-mudahan bisa segera berjalan,” pungkasnya.
Editor: Aditya





















