Komisi IV DPRD Kalsel Evaluasi Program RSUD Ulin dan Ansari Saleh, Soroti Rencana RS Jantung Terpadu

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dua rumah sakit milik daerah, yakni RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD dr. Moch. Ansari Saleh, Rabu (28/1/2026). Rapat tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD dalam memastikan kesiapan dan arah program pelayanan kesehatan di awal Tahun Anggaran 2026.

RDP dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, S.H., dengan agenda utama mengevaluasi pelaksanaan program kerja Tahun Anggaran 2025 sekaligus mendengarkan pemaparan rencana program kerja Tahun Anggaran 2026 dari masing-masing rumah sakit.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam forum tersebut, Jihan Hanifha menegaskan pentingnya pembahasan program sejak awal tahun anggaran agar DPRD dapat melihat secara menyeluruh kesiapan rumah sakit daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia menilai RSUD Ulin dan RSUD dr. Moch. Ansari Saleh memiliki peran vital sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Selatan.

“Di awal tahun ini, kami ingin mengetahui secara detail program-program yang akan dilaksanakan, sekaligus memastikan kesiapan dan kesesuaian pelaksanaannya dengan perencanaan yang telah disusun,” ujar Jihan Hanifha.

Ia mengungkapkan, dari pemaparan yang disampaikan pihak rumah sakit, terdapat sejumlah program strategis yang menjadi perhatian Komisi IV. Salah satu yang menonjol adalah rencana pembangunan rumah sakit jantung terpadu yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Alhamdulillah, ada rencana pembangunan rumah sakit jantung terpadu. Ini merupakan program strategis yang sangat penting dan akan memperkuat sistem layanan kesehatan di Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Meski pembangunan tersebut direncanakan menggunakan skema anggaran multiyears dan dilaksanakan secara bertahap, Jihan Hanifha berharap program tersebut dapat segera terealisasi. Menurutnya, kehadiran rumah sakit jantung terpadu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pasien penderita penyakit jantung.

“Harapan kami, ke depan masyarakat Kalimantan Selatan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung. Semua bisa ditangani dengan fasilitas dan pelayanan yang maksimal di daerah sendiri,” pungkasnya.

Editor: Aditya

Pos terkait