Soal Tik Tok, UMKM Kalsel Dukung Kebijakan Menkop dan UMKM

Ketua Hipmikindo Kalsel, Sutjipto ( tengah) bersama anggotanya di salah satu pameran produk UMKM

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Pelaku UMKM di Kalimantan Selatan ( Kalsel) mendukung kebijakan Meteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki yang menolak aplikasi Tik Tok menjalankan bisnis media sosial dan e-commerce secara bersamaan di Indonesia.

Ketua Hipmikindo Kalsel, Sutjipto menilai apa yang dilakukan aplikasi asal Cina tersebut memang banyak merugikan UMKM di Indonesia.

Berapa tidak, produk UMKM tak mampu bersaing dengan produk-produk yang dijual di Tik Tok khususnya soal harga.

” Kami banyak mendapat keluhan dari para anggota soal ini. Adanya langkah dari Kementerian ini pastinya perlu didukung,” katanya, Ahad (10/9).

Ia berharap kebijakan ini benar-benar dapat ditertapkan demi mendukung pertumbuhan UMKM di Tanah Air.

” Sektor UMKM telah terbukti menyerap banyak tenaga kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, maka sudah selayaknya pemerintah melindungi rakyatnya sendiri,” ujar Ketua Umum Asosiasi Koperasi Syariah Indonesia ini.

Ditambahkannya, persoalan ini juga perlu melibatkan Kominfo yang memfilter iklan di Tik Tok. Tidak menolak Tik Tok tapi lebih menyeleksi iklanya karena produk UMKM Indonesia juga ada yang memanfaatkan Tik Tok untuk jualan.

” Bisa saja database pasar di Indonesia akan dibaca Pemilik Tik Tok yang kedepannya dikuatirkan akan masuk produk luar dengan harga super murah membanjiri pasar Indonesia,” ungkapnya.

Senada, Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Indonesia ( Gekrindo) kota Banjarmasin, Ahmad Rabbani menilai apa yang dilakukan Tik Tok akan menghantam UMKM yang sudah mulai tumbuh pasca pandemi covid-19.

Menurutnya harus ada regulasi yang mengatur untuk melindungi UMKM dan bisa menguntungkan juga bagi UMKM.

” Ini dua sisi mata uang yang perlu dicermati, satu sisi kita perlu melindungi UMKM tapi di sisi lain kita juga tak bisa membendung kemajuan teknologi,” terangnya.

Untuk itu, katanya pemerintah juga tidak dapat mengindahkan teknologi seperti ini karena ada UMKM yang memerlukan teknologi untuk berkembang.

“UMKM juga perlu beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar kitabtak hanya jadi konsumen tetapi juga pelaku yang dapat menjual produknya menembus negara lain,” tutupnya.

Editor : Didin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60