Wartaniaga.com, Amuntai – Plh.Bupati Hulu Sungai Utara sampaikan jawaban Kepala Daerah atas Pandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Raperda Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023.
Tanggapan tersebut diutarakan pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin,31 Oktober 2022.
Plh Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara, Drs. H. Zakly Asswan MM mengatakan dalam rangka menjaga sinergitas prioritas dan sasaran pembangunan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara telah melakukan sinkronisasi kebijakan dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.
“Sinkronisasi kebijakan tersebut sebagaimana tertuang dalam dokumen RKPD Tahun 2023, yakni terkait dengan isue-isue strategis, tema pembangunan, dan prioritas pembangunan,” bebernya.
Terkait dengan acuan dalam penyusunan RAPBD tahun anggaran 2023. Penyusunan APBD tahun 2023 mengacu kepada RKPD Tahun 2023,dan penyusunan RKPD Tahun 2023 mengacu kepada RPD Tahun 2023-2026.
“Kami sampaikan bahwa dalam setiap penyusunan RKPD, selalu dilengkapi dengan hasil evaluasi pelaksanaan APBD Tahun sebelumnya,” ucapnya.
Lanjut, data yang tersaji adalah tahun N-2 ( N minus 2), artinya kalau dokumen yang disusun adalah tahun 2023, berarti RKPD Tahun 2023 dilengkapi dengan data-data capaian kinerja sampai dengan tahun 2021, yang merupakan Capaian Kinerja RPJMD tahun keempat.
Secara periodesasi, belum bisa dikatakan apakah RPJMD Periode 2017-2022 sudah tercapai atau belum, karena belum dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
Sampai dengan tahun ini belum dilaksanakan evaluasi terhadap capaian kinerja RPJMD, dan baru akan dilaksanakan evaluasi pada tahun 2023 nanti.
RAPBD tahun 2023 dia lokasi untuk Pendidikan, Kesehatan dan Alokasi Dana Desa sudah dapat dipenuhi, yakni untuk alokasi Pendidikan sebesar 20,10%, alokasi Kesehatan sebesar 36,68%, dan alokasi ADD sebesar 12,75%.
Sedangkan untuk Belanja Infrastruktur baru dapat anggarkan sebesar 6,10%, hal ini disebabkan masih adanya beban yang ditanggung Pemerintah Daerah, yakni untuk pembayaran bunga dan cicilan pokok utang di tahun anggaran 2023.
Terkait dengan target penurunan angka kemiskinan pada tahun 2023 Penurunan
Angka Kemiskinan berdasarkan RPD 2023-2026 ditargetkan sebesar 6,73% dengan pagu anggaran sekitar 69 Milyar Rupiah, yang tersebar di berbagai SKPD, dengan berbagai program dan kegiatan.
Pemerintah Daerah optimis bisa mencapai target tersebut, karena sudah mendapatkan data Percepatan Penghapusan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Hulu Sungai Utara by name by address.
“Berdasarkan data tersebut, program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan kedepan akan lebih terarah dan tepat sasaran,” ujarnya.
Adapun program kegiatan prioritas yang mendukung fokus tematik dalam APBD Tahun 2023, diantaranya pemberian bantuan UEP berupa jukung, bahan baku anyaman purun, mesin tempel kapal atau mesin CIS, dan upaya perlindungan sosial seperti Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni.
BLT BBM yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat melalui PT.Pos Indonesia menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pemerintah Daerah melakukan kolaborasi dengan bantuan Pemerintah Pusat berupa pemberian BLT APBD Perubahan, dengan menyasar kepada KPM yang terdampak kenaikan BBM dan sebagai antisipasi dampak inflasi dengan menyalurkan BLT kepada warga masyarakat yang tidak mendapatkan Bansos PKH, BPNT dan BLT Dana Desa.
Adapun langkah strategis yang dilakukan, diantaranya
bantuan perlindungan sosial seperti PKH dan Program
Sembako/BPNT, sebagian KPM tersebut melalui alokasi APBD Kabupaten diberikan bantuan pemberdayaan sosial dalam upaya meningkatkan pendapatan bagi masyarakat miskin.
Reporter : Darma Setiawan
Editor : Aditya




















