Mentan pun menyempatkan diri untuk berdiskusi langsung tak hanya dengan petani millenial yang hadir pada acara Sarasehan Petani Millenial 2 di Claro Hotel Makassar tetapi juga dengan petani millenial yang tergabung secara online.
Adalah Ais dan Ika petani sekaligus pengusaha cabai Katokkon asal Toraja dengan omset diatas 1,3 M per sekali panen. Serta Ade Wardana dari Minaku yang telah menjadi offtaker bagi petani millenial lainnya. Ketika ditanya omset Ade mengatakan dari sektor pertanian mampu mencapai omset 2,3 trilyun.
Diakhir arahannya, Mantan Gubernur Sulsel ini berharap agar forum diskusi program petani milenial yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan ini, harus mampu menghasilkan strategi penumbuhan usaha, jejaring pasar, pertukaran teknologi dan inovasi, serta mitigasi perubahan iklim global.
“Kalian harus siap atasi ketakutan, berani akses pemodalan dengan bertanggung jawab. Bangun kelompok, tingkatkan jejaring serta fokus pada usaha. Ubah orientasi usahamu dengan orientasi bisnis”, pesan Mentan.
Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembagnan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan Sarasehan Petani Milenial yang kedua pada Tahun 2022 akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu 6 Oktober sampai dengan 8 Oktober 2022 ini menghadirkan petani milenial dari wilayah Bali, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, Papua dan Papua Barat.
“Kami tidak berdiam diri, upaya dan dukungan terus dilakukan untuk meningkatkan regenerasi petani di Indonesia. Salah satunya adalah bekerjasama dengan perbankan, Kementan membuka akses pembiayaan untuk mendorong meningkatkan kapasitas usaha melalui Program Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakyat (TANI AKUR dengan bunga yang terjangkau.




















