Grounding Pemancar Radio Mesjid Sabilal Muhtadin Hilang

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Grouding merupakan alat vital sempurnanya suatu Pemancar, salah satunya menghindari dari induksi Petir dan juga normalisasi bunyi yang kita dengar diradio saat memancar.

Hilangnya grounding diketahui tadi pagi, Senin 12/9/2022 ketika ada laporan dari pendengar radio dakwah ini pada siang jelang tengah hari kepada teknisi Johnmarz yang mengatakan siaran Radio Sabilal Muhtadin mengecil, noise tinggi dan sulit didengar.

Begitu pula informasi dari H Mahyuni jamaah mesjid Ar Raudah Ratu Zaleha kaget, biasanya menghadap waktu Sholat Zuhur ada pengajian di Radio Mesjid Raya. Tetapi tidak terdengar hingga azan menggunakan jadwal yang dibagikan oleh Depag Kalsel.

“Padahal Radio Mesjid Raya setiap waktu Sholat menjadi patokan untuk mesjid kami, bahkan pernah pada waktu hari Jum’at kaum mesjid tidak menerima siaran Radio Mesjid Raya Sabilal Muhtadin dan ternyata terkena petir beritanya,”ujarnya.

Begitu mendapat laporan, teknisi langsung mendatangi serta melihat kondisi ruang Pemancar dan kaget setelah di cek bagian Grounding Antena Pemancar yang terbuat dari tembaga tersebut hilang.

“Diperkirakan ada yang mengambil malam hari karena memang keadaan disekitar antena gelap, sehingga memudahkan pencuri untuk mengambilnya,”ujarnya.

Kemungkinan lanjutnya, si pencuri sudah mengintainya pada siang hari. Karena bahan grounding itu terbuat dari tembaga yang nilai jualnya tinggi serta mudah untuk dijual.

Atas kejadian tersebut, pihak Mesjid Raya Sabilal Muhtadin akan lebih waspada serta akan memberikan lampu penerangan yang lebih pada malam hari disekitar Antena pemancar berada.

Untuk saat ini dari teknisi memberikan alternatif dengan menggunakan pemancar tanpa grounding. Selain itu, dengan menggunakan ke matchingan Antena ditambah coil atau loading pada antena sehingga daya pancarnya bertambah baik.

“Jadi berita ini bukan Hoak, seperti pemberitaan hoak beberapa minggu yang lalu yang dikatakan bahwa Rhoma Irama kehilangan sandal di Mesjid ini pada medsos,”pungkasnya.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait