Soal Video Hoaks Sandal Rhoma Irama, Pakar Komunikasi ULM : Efek Jera Bagi Pembuat Video

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Langkah Pengurus Masjid Sabilal Muhatadin Banjarmasin yang melaporkan pembuat video hoax hilangnya sandal Raja Dangdung Rhoma Irama saat menjalankan sholat Jum’at di masjid tersebut dinilai sudah tepat.

Hal ini diungkapkan Pakar Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat ( ULM) Dr Fahrianoor kepada media ini, Rabu (20/7) petang.

Menurutnya, sesuai koridor hukum yang berlaku apa yang dilakukan pengurus sudah tepat.

” Video yang berdurasi kurang lebih 20 detik itu bisa berdampak kurang baik bagi kondisi sosial masyarakat. Bisa-bisa ada yang menganggap itu benar terjadi,” ujarnya.

Ditambahkannya, jangan sampai citra masjid buruk dengan konten-konten yang semacam ini.

” Citra masjid dan Kalsel akan berdampak jika ini dibiarkan, maka langkah hukum yang dilakukan pengurus bisa menjadi efek jera bagi pembuat bideo dan konten kreatir lain untuk berhati-hati dalam membuat video,” papar Fahrian.

Baginya, soal kreatifItas dalam membuat konten perlu didukung, namun juga tidak mengabaikan etika sosial dan ahklak.

” Perlu dibangun kesadaran literasi digital jangan membuat konten yang mengabaikan norma-norma sosial, ahklak dan perlu dipikirkan bagaimana efek positif atau negatif konter itu,” terang dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( Fisip) ini.

Sebagimana diketahui video hoaks itu tersebar di berbagai media sosial yang menginformasikan sandal Rhoma Irama usai menjadi khatib Sholat Jumat pada 15 Juli 2022.

Video dengan visual kubah masjid dan jamaah pulang Solat Jumat diisi suara yang mengaku panitia masjid menginformasikan sandal Rhoma Irama hilang dan meminta untuk segera dikembalikan.

Editor : Didin Ariyadi

Pos terkait