Road To FESyar KTI 2022 Resmi Dibuka

  • Whatsapp
Imam Subarkah Kepala Perwakilan BI Prov Kalsel

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Imam Subarkah membuka Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FEsyar KTI ) 2022 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Pelaksanaan Road to Fesyar KTI 2022 berlangsung dari tanggal 2-3 Juli 2022 ini merupakan agenda tahunan Bank Indonesia sebagai Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang ke-9.(2/7)

“Kegiatan “Road to Fesyar KTI 2022” pada pagi hari ini dilaksanakan secara hybrid baik online maupun offline dengan jumlah peserta terbatas dan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19,”terang Imam Subarkah Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel dalam sambutannya.

Adapun pelaksanaan kegiatan di Atrium Duta Mall Banjarmasin dengan dihadiri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina para pejabat, perwakilan OJK, perwakilan Bank-Bank serta para undangan.

BACA JUGA:  Perekonomian Kalsel Triwulan Pertama 2018 Tumbuh 5 persen

“Pandemi Covid 19 telah memaksa ekonomi di banyak negara termasuk Indonesia tertahan serta mengganggu rantai pasok global. Hal ini mendorong kebutuhan transformasi ekonomi banyak negara meningkat untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki,”ujar Imam

Untuk itu, lanjutnya Transformasi ekonomi dimaksud dapat memperkuat struktur perekonomian nasional untuk tumbuh tinggi dan berkelanjutan melalui penguatan sektor unggulan dan menumbuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru salah satunya melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Dia menambahkan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Untuk mencapai tujuan dimaksud, perlu berbagai upaya salah satunya dalam mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Selatan melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar),”jelasnya.

BACA JUGA:  Pedagang Sembako Menjerit, Harga Gula Tembus Rp 20 Ribu

Implementasi dan penajaman pada Eksyar dapat dilakukan dengan mengembangkan ekosistem Halal Value Chain terutama sektor pertanian, makanan halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim.

“Tentunya dalam mendukung Halal Value Chain dibutuhkan akses permodalan baik melalui perbankan syariah maupun alternatif lainnya seperti wakaf produktif,”ujar Imam.

Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Report 2021-2022, industri halal Indonesia berada di posisi empat di bawah Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Adapun, pada sektor terkait industri manufaktur, Indonesia mencatatkan posisi 10 besar, antara lain makanan halal peringkat 4, fesyen peringkat 3, dan farmasi serta kosmetik di posisi 6.

Sharia fair yang dilaksanakan melalui pameran UMKM Syariah dan Talkshow, sedangkan Road to FESyar KTI 2022 dilakukan juga serangkaian lomba yaitu: a. Lomba wirausaha muda syariah b. Lomba pondok pesantren unggulan c. Lomba kesenian tari daerah islami d. Lomba dakwah ekonomi syariah e. Lomba lembaga ZISWAF unggulan f. Lomba desain busana muslimah dengan wastra lokal.

BACA JUGA:  Sandiaga : Yuk Beli Produk Purunque

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah daerah, Bpk Gubernur dan Bapak/Ibu hadirin dari berbagai instansi dan lembaga terkait yang telah ikut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan ini,”pungkasnya.

Editor : Eddy Dharmawan

L

Pos terkait