Ekonom : Beli BBM Subsidi Pakai Aplikasi, Pertamina ‘ Paksa’ Kosumsi Pertamax

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Program Pertamina membeli BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina menuai berbagai tanggapan dari Pakar Ekonomi.

Salah satunya datang dari Ekonom Universitas Lambung Mangkurat, Dr Akhmad Yunani SE, M.Si yang menilai strategi ini bisa menggiring pembeli untuk beralih ke Pertamax.

” Pembelian bisa dikendalikan dan pembeli dapat digiring ke produk pertamax, lalu masyarakat sudah mulai terbiasa dengan langkanya Pertalite akhirnya beralih ke Pertamax,” ujarnya kepada media ini, Jum’at (1/7) malam.

Menurutnya, penggunaan aplikasi ini adalah salah satu strategi penjualan berbasis digital, cara ini efektif untuk mendata dan menertibkan pembeli serta penjualan di era digital.

Namun, ia menilai kebijakan ini tidak memperhitungkan tingkat kesulitan penerapan di lapangan.

BACA JUGA:  Para Korban Kebakaran Tetap Dibebankan Tagihan Listrik oleh PLN

” Terkait SDM, ketergantungan sistem dan perangkat harus dipertimbangkan juga oleh Pertamina. Belum lagi bisa mucul keresahan dan kesulitan konsumen dalam membeli kebutuhan dasar energi karena harus menggunakan aplikasi tersebut,” paparnya.

Diungkapkannya, Pertamina dengan penerapan aplikasi ini bisa mendapatkan keuntungan dari jasa pemakaian aplikasi dan kerjasama dengan operator. Jadi terobosan ini memberikan efek positif dan keuntungan bagi pertamina dan operator.

” Bagi masyarakat ini beban biaya dan tingkat birokrasi pembelian sehingga tidak efektif dan efesien sehingga menimbulkan beban biaya baru,” paparnya.

Dikatakannya, BBM adalah kebutuhan dasar energi dan konsumen banyak, sementara aplikasi ini belum tentu penerapannya dipahami, apalagi di kawasan perdesaan dan masyarakat awam.

BACA JUGA:  Soal Direksi Bank Kalsel. OJK Tunggu Pengajuan Berikutnya.

” Kalau mau efektif sekalian saja penjualan BBM satu harga walau mahal atau harga dinaikkan yang penting pasokan stabil dan tersedia tanpa antri, analisa harga ambil yang realistis ekonomis,” katanya.

Yunani menilai dengan aplikasi tambah ribet dan menguntungkan operator namun penerapannya membuat kurang efektif dan efesien

Sementara itu, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah ( MES) Kalimantan Selatan ( Kalsel), H Mairijani M.Ag menilai pemakaian aplikasi ini merupakan strategi mengurangi penggunaan BBM subsidi.

” Ini salah satu strategi mengurangi penggunaan BBM bersubsidi, maka ketika masyarakat tidak mau ribet mendaftar atau menggunakan aplikasi, pilihannya adalah non subsidi dalam hal ini Pertamax atau Dex-Series,” tuturnya.

Baginya yang diperlukan masyarakat adalah stok yang selalu tersedia. Soal harga jika masih logis tak jadi masalah.

BACA JUGA:  Promosi Produk UMKM, Plt Bupati HSU Buka Amuntai Expo 2022

” Bukti stok belum beres yakni panjangnya antrian truk di beberapa SPBU sampai berhari-hari. PR Pertamina adalah memenuhi ketersedian bukan memaksakan pemakaian aplikasi,” tutupnya.

Reporter : M Syafi’i
Editor : Hani

L

Pos terkait