Selain memberikan penghargaan kepada 4 tim, Panitia penyelenggara juga memberikan beberapa penghargaan untuk individu yang bermaian.
Diantaranya, Base Pelayer jatuh kepada Heru sebagai pemain terbaik dari SSB Hasnur dan Ustadz Rini.
Kemudian dilanjutkan, Base Player kiper dari SSB Batu Alam dan terakhir Ajua sebagai pemain Top skor dari SSB Junior 2000.
Dejan Antonic yang turun menyaksikan turnamen tersebut mengaku kagum dan senang, sebab hal ini diadakan sangat penting untuk perkembangan persepakbolaan di Indonesia.
“Saya dari dulu bilang, tidak ada pemain muda tidak ada persepakbolaan Indonesia, sekali lagi saya bilang ini sangat penting sekali,” ujar Dejan saat dimintai keterangan selesai menonton turnamen tersebut.
Menurutnya, hal ini penting karena anak-anak tersebut dapat memiliki banyak kesempatan dan pengalaman hingga ke level yang lebih tinggi lagi.
Bahkan, dia juga berpikiran,mungkin saja dari anak anak yang bertanding hari ini bisa berkompeten untuk masuk ke PS Barito Putera nantinya.
Terpenting, di turnamen ini dari para pemain yang kalah tidak ada raut kesedihan dari wajah mereka melainkan kesenangan setelah bermain bola.
“Saya senang hari ini, baru datang melihat mereka senang semua, kamu bisa lihat gak ada yang menang, gak ada yang kalah, tapi semua senang, itu positif untuk sepak bola indonesia,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Yani



















